Detail Cantuman Kembali
Pemberdayaan Santri Melalui Komunitas Tim Media Asshofa (TMA) dalam Program Digital Teknologi di Pondok Pesantren Technopreneur Asshofa Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang
Komunitas Tim Media Asshofa (TMA) merupakan suatu komunitas sosial yang berfokus pada pemberdayaan santri di bidang teknologi digital melalui beragam program dan kegiatan. Terciptanya komunitas ini dari keprihatinan atas meningkatnya penyalahgunaan teknologi di kalangan remaja, komunitas ini menjadi respon nyata sekaligus solusi alternatif dalam mengarahkan penggunaan teknologi secara positif. Melalui TMA santri dibekali keterampilan praktis yang berkaitan dengan ketentuan era digital seperti desain grafis, pembuatan konten digital, pengembangan aplikasi, fotografi, videografi, dan pengelolaan media sosial. Komunitas ini menggabungkan kemampuan literasi digital dengan nilai-nilai islam sehingga santri dapat menguasai teknologi sambil tetap mempertahankan nilainilai islam. Tujuan penelitian ini adalah: mendeskripsikan proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Komunitas TMA dalam memberdayakan santri melalui program digital teknologi, mengidentifikasi berbagai program yang dilaksanakan komunitas sebagai media pengembangan keterampilan santri, dan menjelaskan dampak dari pemberdayaan santri terhadap peningkatan kompetensi digital santri di Pondok Pesantren Technopreneur Asshofa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Proses pemberdayaan santri yang dilakukan oleh Komunitas TMA dilaksanakan melalui tiga tahap utama yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Pertama, Penyadaran : santri disadarkan tentang pentingnya literasi digital dan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif sebagai sarana dakwah Pengembangan diri dan peluang ekonomi. Kedua, Pengkapasitasan : santri mendapatkan pelatihan teknis yang sistematis mencakup desain grafis, editing video, pembuatan konten kreatif, serta pengelolaan media sosial. Proses pelatihan dilaksanakan secara rutin di laboratorium komputer pesantren maupun melalui praktik langsung pada kegiatan internal dan eksternal. Ketiga, Pendayaan : santri diberi kesempatan untuk menerapkan keterampilan tersebut dalam proyek nyata seperti mendokumentasikan kegiatan pesantren, mengelola akun media resmi, hingga melayani kebutuhan dokumentasi masyarakat. Program yang telah dibuat dan dilaksanakan oleh Komunitas TMA dalam memberdayakan santri menjadikan mereka bukan hanya sekedar mampu memproduksi konten dakwah yang menarik, tetapi juga mulai menghasilkan karya yang bernilai ekonomis seperti jasa fotografi, videografi, dan desain grafis. Dampak dari adanya pemberdayaan santri melalui Komunitas TMI ini cukup luas bagi santri dan kegiatan TMA karena dapat meningkatkan keterampilan digital, menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, serta semangat technopreneurship Adapun faktor pendukung seperti dukungan penuh dari pimpinan pesantren, semangat belajar santri, serta kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta menjadi modal utama keberlanjutan program menjadikan Komunitas TMA berhasil menjadi model pemberdayaan santri berbasis teknologi yang efektif dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya meningkatkan kapasitas santri di bidang digital tetapi juga membentuk karakter religius, kreatif, komunikatif, dan mandiri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam kajian pengembangan masyarakat Islam berbasis teknologi, sekaligus manfaat praktis bagi pesantren lain dalam merancang program pemberdayaan serupa.
Syifa Maharani - Personal Name
SKRIPSI PMI 363
2x7.34
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 84 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







