Detail Cantuman Kembali
Tidurnya Orang Puasa adalah Ibadah (Studi Kritik Sanad Hadis)
Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, seluruh umat islam di dunia menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh tentunya dengan syarat dan ketentuan di dalamnya. Pada bulan ini juga umat islam di Indonesia berlomba-lomba untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di sisi lain ada juga orang yang menyia-nyiakan waktunya dengan tidur saja karena ada hadis yang menerangkan bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah. Namun, sampai saat ini masih menjadi perdebatan tentang penggunaan hadis ini. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang mendalam terkait kualitas hadis tentang Tidurnya Orang yang Berpuasa Adalah Ibadah. Adapun rumusan masalahnya adalah: 1). Bagaimana kualitas hadis tentang Tidurnya orang puasa adalah ibadah?, 2). Apa implikasi hadis tentang tidurnya orang puasa adalah ibadah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hadis tentang tidurnya orang puasa adalah ibadah dan untuk mengetahui implikasi apa saja yang terdapat pada hadis tersebut. adapun pokok pembahasan dalam penelitian ini adalah berfokus terhadap kritik sanad hadis tentang tidurnya orang puasa adalah ibadah. Dalam bab ini terdapat 5 hadis dari 3 perawi hadis. Penelitian ini merupakan bentuk kepustakaan (library research) yang termasuk dalam penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan takhrīj al-hadis dan historis untuk mengkaji aspek otentisitas sanad hadis. Dalam prosesnya penelitian ini akan merujuk pada kitab induk hadis yaitu Sembilan Imam melalui literatur Ilmu Rijal Hadis, kitab-kitab takhrīj hadis seperti kitab al-Jarh wa Ta’dil, dan kitab kitab yang berkaitan dengan kitab takhrīj hadis, yang dijadikan sebagai sumber utama untuk meninjau permasalahan hadis dalam studi takhrīj, selanjutnya penelaahan dilakukan terhadap bahan pustaka lain yang temuannya akan dijadikan bahan analisis dan kritikan terhadap sumber utama. Sejauh penelitian yang telah penulis lakukan, berdasarkan dari hasil penelitian sanad menunjukan bahwa dari kelima hadis terdapat tiga hadis yang termasuk dalam kategori ḍaʿīf isnad (lemah) dan dua hadis yang lainnya termasuk kategori maudū‘ī isnad (palsu) hadis yang diteliti, tiga hadis yang termasuk dalam kategori ḍaʿīf isnad (lemah) dan empat hadis yang lainnya termasuk kategori maudū‘ī isnad (palsu) hadis. Sedangkan terkait implikasi atau dampak hadis ini, ada beberapa dampak baik terhadap masyarakat maupun terhadap bulan ramadhan itu sendiri. Dengan demikian, berdasarkan hadis-hadis tentang tidurnya orang puasa adalah ibadah merupakan hadis ḍaʿīf bahman maudhu'i, maka hadis ini merupakan hadis yang kurang kredibel untuk dijadikan sumber rujukan menggunakannya.
Adi Mulya - Personal Name
SKRIPSI IH 166
2x2
Text
Indonesia
2021
serang
xxxii + 105 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







