Detail Cantuman Kembali
Peran Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) dalam Pembentukan Moral, Spiritual, dan Sosial Masyarakat Postmodern (Studi di Majelis Saung Sufi Reborn Kota Serang)
Fenomena krisis moral dan spiritual yang melanda masyarakat modern menuntut hadirnya gerakan keagamaan yang mampu memberikan alternatif pembinaan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pembinaan moral, spiritual, dan sosial yang dilakukan oleh Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) di Majelis Saung Sufi Reborn, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang ditanamkan kepada jamaah sebagai respon terhadap tantangan era postmodern, serta mengkaji dampak pembinaan tarekat terhadap kehidupan pribadi dan sosial para pengikutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kegiatan jamaah. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan konfirmasi informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh TQN di Majelis Saung Sufi Reborn mencakup tiga dimensi utama. Pertama, pembinaan moral diwujudkan melalui praktik dzikir, pengajian, dan keteladanan mursyid yang menekankan kejujuran, disiplin, pengendalian diri, serta kepekaan moral (al-furqān). Kedua, pembinaan spiritual dilakukan melalui dzikir jahr dan khafi, suluk (retret dzikir), serta pengajian tasawuf klasik yang mengarahkan jamaah pada proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Ketiga, pembinaan sosial tampak dalam kegiatan DUGEM (Dzikir untuk Generasi Muda dan Manula), santunan yatim, solidaritas jamaah, dan kontrol sosial antaranggota yang memperkuat kohesi komunitas. Nilai-nilai utama yang ditanamkan meliputi kejujuran, kedisiplinan, al-furqān, kesabaran, tawadhu’, dan solidaritas sosial, yang menjadi bentuk respons moral dan spiritual terhadap krisis nilai di era postmodern. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai counter-culture terhadap hedonisme, individualisme, dan relativisme moral yang berkembang dalam masyarakat kontemporer. Adapun dampak pembinaan TQN terlihat pada dua ranah besar. Secara pribadi, jamaah mengalami peningkatan ketenangan batin, pengendalian emosi, kedisiplinan ibadah, serta etos kerja religius. Secara sosial, tarekat memperkuat solidaritas antarjamaah, meningkatkan kepedulian sosial, mengubah citra positif tarekat di masyarakat, dan menumbuhkan etika digital dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, Majelis Saung Sufi Reborn berperan sebagai ruang spiritual dan sosial yang efektif dalam membentuk karakter moral masyarakat urban postmodern, menjadikan tarekat tidak hanya sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan moral di tengah perubahan budaya global.
Sefti Wiwin Lenwinsky - Personal Name
TESIS SII 021
2x5.2
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 123 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







