Detail Cantuman Kembali
Hubungan Trauma dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Fase perkuliahan atau dewasa awal menempatkan mahasiswa pada persyaratan adaptasi sosial yang tinggi. Namun, sejumlah besar siswa membawa pengalaman trauma masa lalu yang belum terselesaikan. Trauma ini sering kali bermanifestasi menjadi kecemasan sosial, yaitu ketakutan berlebihan saat berinteraksi atau tampil di depan umum, yang secara signifikan mengganggu kinerja akademik dan kualitas hidup sehari hari. Sayangnya, penanganan masalah ini seringkali tidak tepat karena kurangnya pemahaman mengenai keterkaitan antara trauma masa kecil dengan kecemasan sosial di usia dewasa. Banyaknya mahasiswa yang merasakan tekanan mental akibat pengalaman trauma yang berdampak pada interaksi sosial mereka seperti kecemasan sosial, terutama di lingkungan kampus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi derajat trauma, tingkat kecemasan sosial, serta keterkaitan antara trauma dengan kecemasan sosial di kalangan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada 132 responden yang telah dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang diterapkan adalah skala trauma dan skala kecemasan sosial yang telah terbukti valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif serta uji korelasi Spearman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa derajat trauma pada mahasiswa berada dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 84,63. Di sisi lain, tingkat kecemasan sosial juga berada dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata skor 117,59. Hasil dari uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara trauma dan kecemasan sosial dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) serta nilai koefisien korelasi sebesar 0,844, menunjukkan bahwa hubungan ini kuat dan positif. Bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat trauma yang dialami oleh mahasiswa, makin meningkat pula tingkat kecemasan sosial yang mereka rasakan. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak kampus untuk menyediakan layanan konseling yang memperhatikan latar belakang trauma mahasiswa dan mendukung pengembangan keterampilan sosial mereka.
Muhmmad Fathur Roji - Personal Name
SKRIPSI BKI 1208
616.8917
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 80 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







