<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31563">
<titleInfo>
<title>Tradisi Berzakat Melalui Riungan Menurut Perspeltif Hukum Islam (Studi Kasus di Curug Sawer Pandeglang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lia Nurshobah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 92 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Zakat merupakan komponen dalam system kesejahteraan islam. Apabila zakat benar-benar dikelola sebagaimana dicontohkan Nabi saw, niscaya ia akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan zakat hendak digambarkan citra islam dan diwujudkan cita-cita kemasyarakatan islam. Cita-cita kemasyarakatan ini hendak dicapai antara lain dengan Lembaga zakat. Karena zakat mempunyai arti dan fungsi tertentu dalam pelaksanaannya. Secara langsung ini diperuntukan bagi manusia yang sedang berada dalam kekurangan. Dan secara tidak langsung zakat itu mempunyai kebaikan terhadap si pembayar zakat itu sendiri yang disebut dengan isltilah muzakki. dorongan untuk merealisasikan zakat itu cukup besar, namun masih terdapat masalah-masalah tertentu yang menjadi hambatan pelaksanaanya, diantaranya yaitu ; pemahaman zakat, konsepsi fikih zakat, sikap kurang percaya, dan sikap tradisional. Penghambat ini suatu kebiasaan para wajib zakat, terutama di pedesaan, menyerahkan zakatnya tidak kepada kedelapan kelompok atau beberapa dari golongan yang berhak menerima zakat, tetapi kepada para pimpinan agama setempat. Pemimpin agama ini tidak bertindak sebagai amil yang berkewajiban membagikan atau menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak menerimanya, tetapi betindak sebagai mustahiq dalam kategori sabilillah yakni orang yang berjuang di jalam Allah. Cara dan sikap ini tidak sepenuhnya salah, namun sikap penumpukan harta (zakat) pada orang tertentu, padahal salah satu dari tujuan zakat adalah pemerata rezeki untuk mencapai keadilan sosial. mengenai penerimaan zakat yang dilakukan dengan cara tradisi yang ada di pedesaan, pelaksanaan berzakat melalui tradisi masyarakat dengan cara riungan yang ada di curug sawer pandeglang, Adapun pelaksanaannya dengan cara mengumpulkan warga setempat untuk dibagikan zakat hasil panen para wajib zakat (muzakki) yang telah ditentukan berapa takaran yang wajib dikeularkan oleh para muzakki, tanpa memperhatikan berapa nisab yang wajib dikeluarkan dan siapa saja para penerima zakat yang harus diberikan menurut syariat islam, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan pembayaran zakat melalui tradisi Riungan oleh masyarakat curug sawer? 2. Bagaimana pandangan hukum islam terhadap pembayaran zakat melalui tradisi Riungan di masyarakat curug sawer?. Tujuan penelitian skripsi adalah: 1.Untuk mengetahui tentang bagaimana praktik berzakat melalui tradisi riungan di curug sawer kabupaten pandeglang 2. Untuk memahami tradis i berzakat melalui riungan di curug sawer kabupaten pandeglang menurut hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah termasuk jenis penelitian empiris. Karena penulis terjun secara langsung ke lokiasi penelitian untuk mencari data primer melalui penelitian lapangan untuk mengetahui dan menganalisa keefektifan pelaksanaan suatu aturan hukum berzakat. Pendekatan yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kualitatif, maka dalam menyusun dan menganalisis data-data, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan pembayaran zakat melalui sistem riungan yang dilakukan masyarakat curug sawer dengan cara mengumpulkan atau mengundang orang terdekat dan memberikan zakatnya tanpa melihat bagaimana kriteria dari mustahik itu sendiri, dan tidak memperhatikan berapa kadar zakat yang wajib dikeluarkan menurut hukum islam. Pandangan hukum Islam terhadap tradisi berzakat melalui riungan di masyarakat curug sawer ini belum sesuai dengan aturan yang ada di dalam KHES yang mana tidak memperhatikan berapa zakat yang wajib dikeluarkan dengan pola pengairannya sedangkan di dalam KHES sendiri sudah dijelaskan berapa yang wajib terkena zakatnya, dan masyarakat memberikan zakatnya kepada kerabat yang merupakan orang yang mampu ekonomi serta janda.</note>
<classification>2x4.14</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 1023</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HES 1023</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HES 1023</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31563</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 14:01:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 14:01:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>