<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31556">
<titleInfo>
<title>فهم النحو دون حفظ القواعد (دراسة نقديّة لتعلم النحو في بنتن)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syaepullah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 77 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini tentang pembuktian memahami nahwu dengan tanpa
menghafal kaidah dengan mengkritisi pembelajaran nahwu di Banten. Alasan
peneliti membahas ini karena sebagian besar pondok pesantren di banten masih
menggunakan model pembelajaran nahwu dengan menghafalkan kaidah dan
menganggap hafalan tersebut adalah suatu keberhasilan pembelajaran. Metodologi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi dengan santri dan guru di
pondok pesantren darussalam pandeglang juga puluhan guru nahwu yang ada di
banten dengan menggunakan google form.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menghafalkan kaidah tidak memiliki
pengaruh yang besar dalam memahami nahwu karena banyak para siswa yang sudah
menghafalnya namun tidak memahami isi kandungan dari materi tersebut. Meski
demikian, nyatanya sulit menggantikan model pembelajaran menghafal kaidah
dengan model pembelajaran tanpa menghafal kaidah di pondok pesantren yang
berada di banten, ini disebabkan adanya rasa fanatik yang tetap menggunakan kitabkitab nahwu berbahasa arab yang memang biasanya dihafalkan serta penggunaan
metode pembelajaran yang tradisional diantaranya penggunaan tarjamah tiap kata
dengan bahasa jawa.
Penulis menyarankan penggunaan buku al-fahmu dalam pembelajaran
nahwu karena lebih mudah, cepat dan juga sistematis bahkan tanpa menghafal kaidah
karena disediakan trik dan rumus tertentu dalam pembahasan di dalamnya. Pondok
pesantren darussalam pandeglang sudah 3 tahun menggunakan buku ini dengan hasil
yang bagus untuk efektifnya pembelajaran nahwu.</note>
<subject authority=""><topic>Qawaidin Nahwi</topic></subject>
<classification>492</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS PBA 045</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS PBA 045</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS PBA 045</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31556</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 13:53:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 14:08:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>