Detail Cantuman Kembali
Representasi Gender dalam Film Dangal (Analisis Semiotika Perspektif Roland Barthes)
Stigma mengenai kedudukan perempuan itu lebih rendah dibandingkan laki laki masih saja mengakar di kehidupan masyarakat India. Dimana hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang menerapkan sistem budaya patriarki, yakni dimana kaum laki-laki lebih dominan partisipasinya dalam berbagai aspek kehidupan dibandingkan kaum perempuan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pemaknaan semiotika di dalam film Dangal? 2) Bagaimana gender direpresentasikan dalam film Dangal? Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk dapat memahami terkait pemaknaan semiotika di dalam film Dangal. : 2) Untuk dapat memahami terkait representasi gender dalam film Dangal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi, dan teknik analisis datanya menggunakan analisis isi (content analysis). Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Januari hingga Juni 2025. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika perspektif Roland Barthes, teori ini menggunakan dua tingkat signifikasi atau penandaan yang terdiri dari denotasi dan konotasi, namun Barthes juga menggunakan mitos sebagai tingkat pemaknaan lanjutan dari konotasi untuk dapat mengetahui bagaimana sebuah tanda dimaknai oleh pemahaman masyarakat itu sendiri. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: 1) Dalam 16 scene/adegan ini pemaknaan dengan menggunakan analisis semiotika persepektif Roland Barthes ini ditemukan bahwa gender dalam film Dangal ini direpresentasikan dalam tiga hal, yakni ketidaksetaraan gender, diskriminasi gender, dan sistem budaya patriarki yang masih saja terjadi di kehidupan masyarakat India. 2) Representasi gender yang terdapat dalam film Dangal ialah meliputi 16 scene/adegan yang di dalamnya menggambarkan tentang bagaimana gender antara laki-laki dan perempuan yang dipahami oleh kebanyakan masyarakat di India masih saja keliru dan tidak adil bagi kaum perempuan dan dibagi ke dalam tiga isu gender, yakni ketidaksetaran gender, diskriminasi gender, dan sistem budaya patriarki.
Siti Aisah - Personal Name
SKRIPSI KPI 1181
791.4375
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 95 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







