Detail Cantuman Kembali

XML

المقاومة لثقافة الأبويّة في رواية حكاية زهرة (دراسة في النسوية عند سيمون دي بوفوار)


Penelitian ini mengkaji bentuk perlawanan terhadap budaya patriarki dalam
novel Hikayat Zahra karya Hanan al-Syaikh dengan menggunakan perspektif fem
inisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Tokoh Zahra sebagai protagonis digam
barkan mengalami berbagai bentuk penindasan struktural dan simbolik dalam
masyarakat patriarkal Lebanon, seperti represi seksual, pembatasan kebebasan
berekspresi, serta kekerasan domestik. Analisis menunjukkan bahwa Zahra
melakukan berbagai bentuk resistensi, baik bersifat pasif maupun aktif, terhadap
sistem sosial yang mengekang identitas dan otonomi tubuhnya. Perlawanan terse
but dimaknai sebagai upaya Zahra dalam merebut kembali subjektivitasnya se
bagai perempuan yang sebelumnya terobjektifikasi oleh konstruksi sosial patriarki.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta penelitian
kepustakaan (library research), penelitian ini menyoroti bagaimana suara dan pen
galaman Zahra mencerminkan pergulatan perempuan Timur Tengah dalam
menghadapi hegemoni dominasi maskulin. Temuan ini mempertegas bahwa karya
sastra dapat menjadi medium kritik sosial yang efektif terhadap ketimpangan gen
der.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana ben
tuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh Zahra dalam novel Hikayat Zah
ra?,Bagaimana bentuk perlawanan Zahra terhadap budaya patriarki yang
mengekangnya?,Bagaimana relevansi teori feminisme eksistensialis Simone de
Beauvoir dalam menganalisis bentuk perlawanan tersebut?.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender
yang dialami Zahra, mengidentifikasi bentuk perlawanan yang dilakukan tokoh
tersebut, serta menganalisisnya melalui perspektif pemikiran Simone de Beauvoir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zahra mengalami berbagai bentuk subordi
nasi, objektifikasi, dan represi yang mencerminkan struktur patriarki masyarakat
Arab. Namun demikian, Zahra juga menunjukkan bentuk perlawanan melalui pe
nolakan terhadap relasi sosial yang menindas, pemberontakan terhadap norma
yang membatasi kebebasan dirinya, serta usaha untuk merebut kembali otonomi
tubuh dan identitasnya. Perlawanan tersebut mencerminkan kesadaran eksistensial
untuk keluar dari kondisi imanen menuju transendensi sebagai subjek yang
merdeka. Dengan demikian, novel Hikayat Zahra menjadi representasi perjuangan
perempuan untuk memperoleh kembali eksistensi dan kedirian sebagai manusia
yang utuh.
Yoga Tri Pangestu - Personal Name
SKRIPSI BSA 531
892
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xv + 88 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...