Detail Cantuman Kembali
Evaluasi Kinerja Bisnis Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Banten menggunakan Data Envelopment Analisis (DEA)
Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki peran strategis sebagai
lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia,
khususnya di Provinsi Banten. Namun demikian, tantangan efisiensi operasional,
keterbatasan modal, persaingan dari lembaga keuangan lain, serta dampak dari pandemi
COVID-19, menimbulkan kesenjangan kinerja antar BPRS di wilayah ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat evaluasi kinerja BPRS (di Provinsi
Banten dari tahun 2020 – 2024 dengan menggunakan Metode DEA (Data Envelopment
Analysis) dan untuk mengetahui perbandingan tingkat kinerjaa bisnis BPRS dengan
menggunakan Metode DEA pada tahun 2020 – 2024. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif deskriptif Evaluatif dengan data sekunder dari laporan keuangan publikasi
OJK, di mana variabel input yang digunakan adalah total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan
beban operasional, sementara variabel output terdiri dari pembiayaan dan pendapatan
operasional. Data diperoleh dari laporan keuangan sembilan BPRS di Provinsi Banten yang
bersumber dari OJK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Wakalumi adalah satu-satunya BPRS
yang mencapai efisiensi teknis sempurna secara konsisten berdasarkan metode DEA dengan
pendekatan intermediasi. Beberapa BPRS lain seperti Attaqwa, HIK Ciledug, dan Mustindo
juga menunjukkan efisiensi tinggi, sedangkan Muamalah Cilegon, Cilegon Mandiri, dan
Mulia Berkah Abadi tergolong belum efisien. Sedangkan efisiensi teknis tidak selalu sejalan
dengan profitabilitas. BPRS Muamalah Cilegon, meski tidak efisien, mencatat profitabilitas
tertinggi, sementara BPRS Wakalumi yang sangat efisien justru mencatatkan laba rendah.
BPRS HIK berhasil menunjukkan sinergi antara efisiensi dan profitabilitas, sedangkan
Attaqwa dan Mustindo meskipun efisien, mengalami kerugian. Kesimpulannya, penilaian
efisiensi teknis perlu dilengkapi dengan analisis profitabilitas untuk memperoleh gambaran
menyeluruh tentang kinerja BPRS. Efisiensi adalah fondasi penting, namun profitabilitas
bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, dan pengelolaan aset yang tepat. Temuan ini
menegaskan pentingnya pendekatan evaluasi yang integratif antara efisiensi teknis dan
indikator keuangan. Efisiensi menjadi landasan kinerja operasional, namun pencapaian
profitabilitas sangat bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, serta kualitas
pengelolaan aset dan pembiayaan.
Dedi Mardikari - Personal Name
TESIS ES 139
2x4.27
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 205 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







