<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31483">
<titleInfo>
<title>Evaluasi Kinerja Bisnis Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Banten menggunakan Data Envelopment Analisis (DEA)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dedi Mardikari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 205 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki peran strategis sebagai 
lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, 
dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia, 
khususnya di Provinsi Banten. Namun demikian, tantangan efisiensi operasional, 
keterbatasan modal, persaingan dari lembaga keuangan lain, serta dampak dari pandemi 
COVID-19, menimbulkan kesenjangan kinerja antar BPRS di wilayah ini. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat evaluasi kinerja BPRS (di Provinsi 
Banten dari tahun 2020 – 2024 dengan menggunakan Metode DEA (Data Envelopment 
Analysis) dan untuk mengetahui perbandingan tingkat kinerjaa bisnis BPRS dengan 
menggunakan Metode DEA pada tahun 2020 – 2024. Metode penelitian yang digunakan 
adalah kuantitatif deskriptif Evaluatif dengan data sekunder dari laporan keuangan publikasi 
OJK, di mana variabel input yang digunakan adalah total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan 
beban operasional, sementara variabel output terdiri dari pembiayaan dan pendapatan 
operasional. Data diperoleh dari laporan keuangan sembilan BPRS di Provinsi Banten yang 
bersumber dari OJK. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Wakalumi adalah satu-satunya BPRS 
yang mencapai efisiensi teknis sempurna secara konsisten berdasarkan metode DEA dengan 
pendekatan intermediasi. Beberapa BPRS lain seperti Attaqwa, HIK Ciledug, dan Mustindo 
juga menunjukkan efisiensi tinggi, sedangkan Muamalah Cilegon, Cilegon Mandiri, dan 
Mulia Berkah Abadi tergolong belum efisien. Sedangkan efisiensi teknis tidak selalu sejalan 
dengan profitabilitas. BPRS Muamalah Cilegon, meski tidak efisien, mencatat profitabilitas 
tertinggi, sementara BPRS Wakalumi yang sangat efisien justru mencatatkan laba rendah. 
BPRS HIK berhasil menunjukkan sinergi antara efisiensi dan profitabilitas, sedangkan 
Attaqwa dan Mustindo meskipun efisien, mengalami kerugian. Kesimpulannya, penilaian 
efisiensi teknis perlu dilengkapi dengan analisis profitabilitas untuk memperoleh gambaran 
menyeluruh tentang kinerja BPRS. Efisiensi adalah fondasi penting, namun profitabilitas 
bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, dan pengelolaan aset yang tepat. Temuan ini 
menegaskan pentingnya pendekatan evaluasi yang integratif antara efisiensi teknis dan 
indikator keuangan. Efisiensi menjadi landasan kinerja operasional, namun pencapaian 
profitabilitas sangat bergantung pada strategi bisnis, efisiensi biaya, serta kualitas 
pengelolaan aset dan pembiayaan.</note>
<classification>2x4.27</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS ES 139</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS ES 139</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS ES 139</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31483</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 10:35:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 10:35:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>