Detail Cantuman Kembali
Ragam Qiraat dan Implikasinya terhadap Tafsir Ayat Haid (Studi Komparatif Qiraat Imam Ibnu Katsir dan Imam Hamzah)
Qira’at merupakan bagian penting dalam memahami Al-Qur’an
karena perbedaan bacaan dapat memengaruhi makna dan hukum yang
terkandung. Penelitian ini mengkaji perbedaan bacaan antara Imam Ibnu Katsir
dan Imam Hamzah terhadap tiga ayat yang berkaitan dengan haid, yaitu Q.S. Al
Baqarah /2 : 222, 228, dan Q.S. At-Talaq / 65 : 4. Dalam ayat-ayat tersebut
terdapat lafaz yang dibaca berbeda oleh kedua imam, seperti lafaz yaṭhurna
(
َ
ْي َ طْ
yang dibaca oleh Ibnu Katsir bermakna haid telah berhenti, dan ) ه ُ رن
yaṭṭaharna (ْ َي َ طَّهَّر ن) yang dibaca Hamzah bermakna penyucian diri melalui mandi.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana
perbedaan qira’at Imam Ibnu Katsir dan Imam Hamzah pada ayat-ayat haid, dan
(2) bagaimana implikasi tafsir hukum yang muncul dari perbedaan bacaan
tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research)
dengan pendekatan tafsir tematik-komparatif. Data primer diperoleh dari kitab
kitab tafsir seperti Tafsir Ayat al-Ahkam dan Tafsir al-Munir, serta literatur
qira’at. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan qira’at menghasilkan
perbedaan dalam kesimpulan hukum fikih, seperti dalam hal batasan kebolehan
hubungan suami istri pascahaid, masa iddah, dan hukum perempuan hamil.
Penelitian ini menegaskan bahwa ragam qira’at bukan hanya variasi teknis,
melainkan turut membentuk dinamika tafsir dan hukum Islam.
Muhamad Syam Lesmana Safei - Personal Name
SKRIPSI IAT 680
2x1.31
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xx + 71 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







