<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31474">
<titleInfo>
<title>Ragam Qiraat dan Implikasinya terhadap Tafsir Ayat Haid  (Studi Komparatif Qiraat Imam Ibnu Katsir dan Imam Hamzah)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Syam Lesmana Safei</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 71 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Qira’at merupakan bagian penting dalam memahami Al-Qur’an 
karena perbedaan bacaan dapat memengaruhi makna dan hukum yang 
terkandung. Penelitian ini mengkaji perbedaan bacaan antara Imam Ibnu Katsir 
dan Imam Hamzah terhadap tiga ayat yang berkaitan dengan haid, yaitu Q.S. Al
Baqarah /2 : 222, 228, dan Q.S. At-Talaq / 65 : 4. Dalam ayat-ayat tersebut 
terdapat lafaz yang dibaca berbeda oleh kedua imam, seperti lafaz yaṭhurna 
(
َ
ْي َ طْ
 yang dibaca oleh Ibnu Katsir bermakna haid telah berhenti, dan ) ه ُ رن

yaṭṭaharna (ْ َي َ طَّهَّر ن) yang dibaca Hamzah bermakna penyucian diri melalui mandi. 
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana 
perbedaan qira’at Imam Ibnu Katsir dan Imam Hamzah pada ayat-ayat haid, dan 
(2) bagaimana implikasi tafsir hukum yang muncul dari perbedaan bacaan 
tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) 
dengan pendekatan tafsir tematik-komparatif. Data primer diperoleh dari kitab
kitab tafsir seperti Tafsir Ayat al-Ahkam dan Tafsir al-Munir, serta literatur 
qira’at. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan qira’at menghasilkan 
perbedaan dalam kesimpulan hukum fikih, seperti dalam hal batasan kebolehan 
hubungan suami istri pascahaid, masa iddah, dan hukum perempuan hamil. 
Penelitian ini menegaskan bahwa ragam qira’at bukan hanya variasi teknis, 
melainkan turut membentuk dinamika tafsir dan hukum Islam.</note>
<classification>2x1.31</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 680</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 680</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 680</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31474</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 13:52:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 14:30:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>