Detail Cantuman Kembali

XML

Genealogi Penafsir Perempuan dan Isu-isu Gender dalam Tafsīr Al-Lu’lu’ Wa Al-Marjān Fī Tafsīr Al-Qur’ān (Studi Pemikiran Kariman Hamzah)


Penafsiran Al-Qur’an selama ini didominasi oleh mufassir laki-laki, sehingga perspektif perempuan sering kali terpinggirkan. Padahal, dalam sejarah Islam, perempuan juga memiliki kontribusi besar dalam bidang tafsir, seperti Ummu Salamah dan Aisyah r.a. Penulis merumuskan dua pokok masalah, yaitu: (1) Bagaimana genealogi penafsir perempuan dalam penafsiran Al-Qur’an? dan (2) Bagaimana isu-isu gender dalam Tafsīr Al-Lu’lu’ Wa Al-Marjān Fī Tafsīr Al Qur’ān? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap jejak intelektual mufassir perempuan dan menelaah bagaimana Kariman Hamzah membangun wacana kesetaraan gender dalam tafsirnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penulis menganalisis data dari kitab tafsir Kariman Hamzah sebagai sumber primer, serta buku, jurnal, dan karya ilmiah lain sebagai sumber sekunder. Kariman Hamzah adalah salah satu mufassir perempuan kontemporer yang konsisten menyuarakan keadilan gender melalui tafsirnya. Isu-isu gender dalam Tafsīr Al-Lu’lu’ Wa Al-Marjān Fī Tafsīr Al-Qur’ān dibangun dengan semangat kesetaraan, tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. Penafsiran Kariman memberikan ruang bagi perempuan sebagai subjek dalam wacana keagamaan, serta menjadi pembanding penting atas dominasi tafsir yang bias patriarki.
Siti Maesaroh - Personal Name
SKRIPSI IAT 682
2x1.3
Text
Indonesia
2025
serang
xxiii + 116 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...