<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31445">
<titleInfo>
<title>Maslahah Mursalah sebagai Sumber Hukum Islam:</title>
<subTitle>Studi Komparatif Pemikiran Wahwab Az-Zuhaili dan Abdul Hamid Hakim serta Relevansinya dalam Konteks Hukum Islam Kontemporer</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. Hamdan Suhaemi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 169 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perubahan zaman yang sangat pesat dalam bidang sosial, ekonomi, dan teknologi telah menimbulkan problematika hukum baru yang tidak memiliki preseden dalam literatur hukum Islam klasik. Dalam menghadapi fenomena ini, para ulama kontemporer memunculkan kembali konsep maṣlaḥah mursalah sebagai pendekatan ijtihad kontekstual, yang bertujuan menjawab kebutuhan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Konsep ini menjadi penting karena mampu menjembatani antara nilai-nilai dasar Islam dan realitas umat modern. Namun, penerapannya masih memicu kontroversi, baik dari aspek metodologis maupun epistemologis, yang menuntut kajian lebih mendalam terhadap tokoh-tokoh penting yang mengembangkan pendekatan ini, seperti Wahbah az-Zuhaili dan Abdul Hamid Hakim. Sehingga, perbedaan latar budaya dan konteks antara kedua tokoh menimbulkan keragaman dalam penekanan teoritik dan pendekatan aplikatif terhadap konsep maṣlaḥah mursalah. Adapun rumusan masalah dalam tesis ini adalah 1) Bagaimaa konsep maṣlahah Mursalah Wahbah az-Zuhaili dan Abdul Hamid Hakim dalam memahami dan menerapakan al-maṣlaḥah Mursalah sebagai sumber hukum Islam?; 2) Bagaimana relevansi pandangan kedua tokoh tersebut terhadap perkembangan hukum Islam Kontemporer, khususnya dalam merespons problematika umat?. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengkaji dan menganalisis persamaan dan perbedaan konsep maṣlahah Mursalah dalam pandangan Wahbah az-Zuhaili dan Abdul Hamid Hakim dalam memahami dan menerapakan al-maṣlahah Mursalah sebagai sumber hukum Islam; 2) Untuk menjelaskan relevansi pemikiran kedua tokoh tersebut terhadap dinamika dan perkembangan hukum Islam kontemporer, khususnya dalam merespons problematika umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Data primer dikumpulkan dari karya-karya utama Wahbah az-Zuhaili seperti Uṣūl al Fiqh al-Islāmī, dan Abdul Hamid Hakim seperti Pengantar Ilmu Fiqih. Analisis data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan pendekatan isi, dengan tahapan reduksi, klasifikasi, analisis komparatif, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori perbandingan untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh, serta teori relevansi untuk mengkaji sejauh mana konsep mereka masih aplikatif dalam konteks hukum Islam masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili memandang maṣlaḥah mursalah sebagai metode ijtihad yang sah dalam syarat ketat maqāṣid al-sharī„ah, sedangkan Abdul Hamid Hakim lebih terbuka terhadap pendekatan sosial-kultural dalam penerapannya. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya hukum Islam yang adaptif namun tetap normatif. Pemikiran Wahbah relevan dalam konteks global, sedangkan Abdul Hamid Hakim kontekstual dalam realitas hukum Islam di Indonesia. Kesimpulannya, maṣlaḥah mursalah merupakan pendekatan yang tidak hanya sah secara syar„i, tetapi juga strategis dalam menjawab tantangan hukum Islam kontemporer yang kompleks dan multikultural.</note>
<classification>2x4.9</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 020</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 020</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 020</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31445</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 13:15:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 13:15:49</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>