Detail Cantuman Kembali
Peran Literasi Keuangan dalam Mempermudah Prosedur Klaim Produk Takaful Personal Accident (PA) (Studi Kasus Mahasiswa Prodi Asuransi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
Rendahnya pemahaman literasi keuangan mahasiswa dalam memahami prosedur klaim pada produk asuransi Takaful Personal Accident (PA). Sebanyak 7 (tujuh) orang mahasiswa program studi Asuransi Syariah angkatan 2021 di UIN SMH Banten yang penulis jadikan responden karena pernah mengalami risiko atau kecelakaan dan yang telah terdaftar sebagai peserta aktif pada produk Takaful Personal Accident, namun sebagian besar belum memahami secara utuh hak dan kewajiban sebagai peserta asuransi dalam hal pengajuan klaim saat mengalami kecelakaan. Hal ini menyebabkan banyaknya peserta aktif yang tidak mengajukan klaim karena kelengkapan dokumen yang tidak dipenuhi seperti tidak adanya SIM, surat keterangan visum, ataupun kartu kepesertaan nya. Adapun latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimana peran literasi keuangan peserta asuransi terkait prosedur klaim produk Takaful Personal Accident?. 2). Bagaimana implementasi prosedur klaim produk Takaful Personal Accident pada peserta asuransi? 3). Apa saja kendala yang dihadapi peserta asuransi dalam pengajuan klaim? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, 1). Untuk menganalisis peran literasi keuangan peserta asuransi terkait prosedur klaim produk Takaful Personal Accident. 2). Untuk menganalisis implementasi prosedur klaim Takaful Personal Accident pada peserta asuransi. 3). Untuk menganalisis kendala yang dihadapi peserta asuransi dalam pengajuan klaim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman literasi keuangan mahasiswa prodi Asuransi Syariah angkatan 2021 terhadap prosedur klaim masih tergolong rendah. Dari tujuh informan yang diwawancarai, hanya satu orang yang masuk kategori well literate, dua orang sufficient literate, satu orang less literate, dan tiga orang lainnya termasuk dalam kategori not literate. Hal ini menandakan bahwa mayoritas mahasiswa belum memahami secara utuh hak, kewajiban, serta tahapan dalam prosedur klaim asuransi. Selain itu, implementasi prosedur klaim belum berjalan efektif, karena hanya satu peserta yang berhasil mengajukan dan menerima klaim. Faktor utama penyebab kegagalan adalah pada saat mengalami kecelakaan, beberapa informan tidak menyadari bahwa dirinya memiliki asuransi saat terjadi kecelakaan, melewati batas waktu pengajuan klaim, serta ketidaklengkapan dokumen seperti tidak memiliki SIM, kartu asuransi (hilang), dan ada pula yang menganggap nilai klaim kecil sehingga enggan mengajukan klaim tersebut.
Sella Despianti - Personal Name
SKRIPSI AS 592
368
Text
Indonesia
2025
serang
xvi + 74 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







