<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31417">
<titleInfo>
<title>Analisis Anomali Geomagnetik sebagai Prekursor Gempa Bumi 
Menggunakan Metode Polarization Ratio Analysis Berbasis Wavelet 
Transform di Stasiun Geomagnetik Tanjungsari (TJS) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Silva Anjani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 65 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berada di zona tektonik aktif yang 
dipengaruhi oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Interaksi 
antara kedua lempeng ini menyebabkan tingginya frekuensi gempa bumi di 
wilayah ini dan untuk mengurangi risiko kerugian baik dari segi material 
maupun korban jiwa diperlukan mitigasi bencana. Salah satu pendekatan 
mitigasi adalah prediksi jangka pendek gempa, di mana parameter fisik seperti 
anomali geomagnetik dapat digunakan untuk mendeteksi tanda awal gempa, 
yang diperoleh melalui investigasi terhadap perkiraan Ultra Low Frequency 
(ULF) terkait gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 
keberadaan anomali geomagnetik ULF sebagai prekursor gempa bumi 
menggunakan metode Polarization Ratio Analysis (PRA) berbasis Wavelet 
Transform (WT). Data yang digunakan berasal dari Stasiun Geomagnetik 
Tanjungsari (TJS), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan kriteria gempa 
M ≥ 5 dan kedalaman 70 km (gempa dangkal) dengan rentang waktu yang 
digunakan Januari 2020 hingga Desember 2021, didapatkan 3 kejadian gempa 
bumi yang digunakan sebagai studi kasus yaitu gempa bumi 1 pada 10 Maret 
2020 (M5.0), gempa bumi 2 pada 25 Oktober 2020 (M5.4), dan gempa bumi 
3 pada 27 April 2021 (M5.0). Komponen geomagnetik yang dianalisis adalah 
rasio vertikal terhadap horizontal pada dua frekuensi optimal yaitu
0,01 Hz dan 0,02 Hz. Hasil analisis menunjukkan adanya anomali
geomagnetik signifikan yang muncul sebelum gempa terjadi. Anomali
ditandai dengan perubahan energi spectral density yang direpresentasikan
melalui rasio polarisasi yang melampaui ambang batas µ±2σ. Hasil
polarization ratio menunjukkan adanya peningkatan sekitar 14 minggu
sebelum gempa bumi 2 dan signifikan sekitar 4 minggu hingga 2 minggu
sebelum gempa bumi 2. Pada gempa bumi 3 mengalami kenaikan sekitar 14
minggu hingga 4 hari sebelum gempa bumi 3 terjadi. Nilai indeks DST setiap
anomali geomagnetik yang terdeteksi tidak menunjukkan adanya aktivitas
badai geomagnetik global, sehingga hubungan antara anomali geomagnetik
ULF yang terdeteksi dengan gempa bumi yang terjadi di wilayah ini dapat
dipandang sebagai prekursor gempa bumi.</note>
<classification>551.22</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 056</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 056</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 056</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31417</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 09:49:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 09:49:44</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>