Detail Cantuman Kembali
Studi Respons Pertumbuhan dan Fisiologi Lima Varietas Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) pada Mikroklimat yang Berbeda
Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) adalah komoditas hortikultura yang penting di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi dan manfaat dalam pangan serta kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lingkungan tumbuh (mikroklimat) pada pertumbuhan, hasil, dan respons fisiologis bawang merah. Kami menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Split Plot dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Lokasi penelitian terdiri atas dua kondisi mikroklimat berbeda: lahan terbuka dan screen house. Analisis data dilaksanakan menggunakan analisis ragam dua arah (Two-way ANOVA) dan uji Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroklimat memengaruhi secara signifikan pertumbuhan, hasil, dan respons fisiologis bawang merah, kecuali pada jumlah daun dan kadar prolin. Di lahan terbuka, produktivitas dan efisiensi fotosintesis meningkat meskipun terjadi indikasi stres oksidatif (kadar H₂O₂ 17,84 nmol/g). Varietas TSS 1 Agrihorti tampil sebagai varietas unggul dengan jumlah anakan mencapai 11,42, bobot umbi segar 9,05 g/tanaman, bobot umbi kering 3,55 g/tanaman, dan klorofil total 57,95 unit SPAD. Sebaliknya, di screen house, kadar H₂O₂ lebih rendah (8,75 nmol/g), tetapi pertumbuhan dan klorofil total umumnya mengalami penurunan, kecuali varietas Bima Brebes menunjukkan kinerja yang paling stabil di kedua lokasi berdasarkan parameter tinggi tanaman dan klorofil total. Penelitian ini memberikan informasi berharga untuk pengembangan strategi budidaya bawang merah yang adaptif terhadap lingkungan.
Siti Mulyani - Personal Name
SKRIPSI BIO 090
635.2
Text
Indonesia
2025
serang
xix + 85 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







