Detail Cantuman Kembali
Hubungan Konten Media Sosial @kadamsidik00 terhadap Peningkatan Kesadaran Beragama di Kalangan Generasi Z (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN SMH Banten)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara materi yang dibagikan melalui akun TikTok @kadamsidik00 dengan tingkat kecerdasan emosional di kalangan Generasi Z, khususnya di kalangan mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan media sosial telah berubah secara signifikan, tidak hanya sebagai sumber hiburan, tetapi juga sebagai platform untuk mendapatkan informasi tentang agama secara cepat dan menarik. TikTok telah menjadi salah satu platform yang sangat populer di kalangan Generasi Z karena formatnya yang ringkas, mudah dimengerti, dan komunikatif. Akun @kadamsidik00 merupakan contoh yang sukses dalam menyampaikan nilai-nilai Islam melalui pendekatan yang modern dan sesuai dengan zaman. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif serta metode deskriptif korelasional guna mengukur seberapa besar hubungan antara konsumsi konten dakwah di TikTok dan kecerdasan emosional mahasiswa. Sebanyak 95 partisipan ditentukan menggunakan rumus Slovin dari jumlah populasi mahasiswa Fakultas Dakwah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online yang dibuat melalui Google Form, dan kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,186 dengan nilai signifikansi 0,035 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan namun lemah antara kedua variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten keagamaan di TikTok berperan dalam meningkatkan kecerdasan emosional, meskipun pengaruhnya tidak dominan. Faktor faktor lain seperti lingkungan keluarga, pendidikan formal, dan komunitas keagamaan kemungkinan besar juga memiliki kontribusi yang penting. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, memiliki potensi sebagai alat pendukung dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda. Namun, pendekatan yang menyeluruh dan integratif tetap diperlukan agar proses internalisasi nilai-nilai agama dan kecerdasan emosional dapat berjalan secara maksimal.
Sarah Salsyabila - Personal Name
SKRIPSI KPI 1169
302.23
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 109 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







