<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31361">
<titleInfo>
<title>Komunikasi Interpersonal Pelatih dalam Menjaga Keharmonisan 
Antar Umat Beragama (Studi Kasus Sanggar Gema Khatulistiwa Kota Serang Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Husain Rakhmatulloh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 89 hlm.;18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal antara pelatih dan anggota, serta antaranggota dalam menjaga keharmonisan di Sanggar Gema Khatulistiwa, Kota Serang, Banten. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai empati dan toleransi ditanamkan serta diterapkan dalam interaksi sehari-hari untuk menciptakan suasana yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yaitu gabungan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, guna mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara pelatih dan anggota berlangsung secara positif, tanpa adanya diskriminasi berdasarkan latar belakang kepercayaan. Pelatih secara aktif menanamkan dan memberikan contoh sikap empati dan toleransi kepada seluruh anggota. Demikian pula, komunikasi antaranggota didasari oleh nilai empati dan toleransi yang telah dibentuk oleh lingkungan sanggar. Hal ini berkontribusi besar dalam membangun suasana yang rukun dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai empati dan toleransi tidak hanya mempererat hubungan antarindividu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan di lingkungan sosial yang beragam.</note>
<classification>302.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1160</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1160</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1160</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31361</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-11 09:25:03</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-11 09:25:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>