Detail Cantuman Kembali
Strategi Dakwah Konten “Babopini” Fuadh Naim Dalam Meningkatkan Pemahaman KeIslaman Di Kalangan K-Popers.
Perkembangan digital telah mengubah metode dakwah. Strategi dakwah yang memanfaatkan media sosial, sangat penting untuk memahami setiap karakter audiens yang dituju menjadi sasaran target dan juga dalam memilih platform media sosial untuk menciptakan konten-konten yang menarik perhatian, di mana media sosial seperti YouTube menjadi sarana utama untuk penyebaran pesan keagamaan secara efektif dan menjangkau generasi muda. Fenomena ini justru menjadi peluang tsrategis oleh Fuadh Naim dalam memberikan dakwah melalui konten Babopini yang bersifat kritis namun tidak menghakimi dalam menyampaikan pesan agama menggunakan pendekatan yang selaras dengan minat audiens Salah satu inovasi dakwah digital yang menarik adalah konten “Babopini” oleh Fuadh Naim, yang menggabungkan budaya pop Korea (K-Pop) dengan nilai-nilai Islam untuk menarik minat generasi muda, khususnya K-popers. Konten ini tidak hanya menghibur tetapi juga edukatif. Konten ini menggunakan pendekatakn kreatif dan persuasif agar pesan dakwah lebih mudah diterima di kalangan K-Popers, sekaligus menanggapi tantangan globalisasi dan pengaruh budaya asing. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:Bagaimana Strategi Dakwah Konten “Babopini” Fuadh Naim Dalam Meningkatkan Pemahaman KeIslaman Di Kalangan K-Popers?. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif. Data kualitatif yang digunakan oleh peneliti melibatkan analisis netnografi melalui komentar, pesan langsung, dan umpan balik dari audiens. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan analisis data yang merupakan proses mencari dan menyusun data yang telah di dapatkan dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti sepanjang priode Januari 2025 hingga Juni 2025. Hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi dakwah Fuadh Naim melalui konten Babopini yang efektif meningkatkan pemahaman keislaman di kalangan K-Popers dengan mengintegrasikan pendekatan sentimental, rasional, dan indrawi dalam kerangka strategi dakwah Al-Bayanuni. Strategi sentimental membangun kedekatan emosional dan resonansi batin melalui komunikasi empatik dan bahasa yang akrab bagi audiens muda, sedangkan strategi rasional menonjolkan penggunaan logika, argumen sistematis, dan refleksi kritis yang menghubungkan budaya pop Korea dengan nilai-nilai Islam secara mendalam. Pendekatan indrawi memanfaatkan media digital multimedia untuk memberikan stimulasi audio-visual yang menarik dan memperkuat daya tarik pesan dakwah. Dengan memadukan ketiga pendekatan ini secara sinergis, Fuadh Naim mampu menyampaikan dakwah yang komunikatif, relevan, dan aplikatif, memotivasi perubahan positif yang konsisten, serta menjadi model dakwah modern yang adaptif terhadap konteks generasi muda yang dipengaruhi budaya populer dan teknologi digital.
Zihan Fatarizka - Personal Name
SKRIPSI KPI 1166
2x7.24
Text
Indonesia
2025
serang
xvi + 96 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







