Detail Cantuman Kembali
المرأة في شعر الحب لنزارقبان (دراسة النقد الأدبي النسوي)
engangkat isu perempuan, femininitas, tubuh, dan kebebasan dalam
budaya yang masih kuat dengan sistem patriarki. Puisi-puisinya tidak hanya
mengungkapkan cinta dan romantisme, tetapi juga menjadi bentuk
perlawanan terhadap berbagai belenggu sosial yang membatasi perempuan di
masyarakat Arab. Keberanian Qabbani dalam mengangkat tema ini memicu
beragam respons di kalangan kritikus sastra dan studi gender.
Penelitian ini mengkaji representasi femininitas dalam Diwan al
Hubb karya Nizar Qabbani melalui pendekatan kritik sastra feminis.
Penelitian ini berangkat dari pertanyaan: (1) Bagaimana representasi
femininitas dihadirkan dalam Diwan al-Hubb? (2) Apa saja aspek-aspek
femininitas yang tampak dalam puisi-puisi tersebut? (3) Bagaimana konteks
sosial dan budaya Arab memengaruhi representasi femininitas dalam karya
ini?
Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan
pendekatan kritik feminis, serta berpijak pada pemikiran Simone de
Beauvoir, Hélène Cixous, dan Luce Irigaray. Analisis dilakukan terhadap
teks-teks puisi yang menggambarkan citra perempuan dalam konteks sosial
budayanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qabbani mempresentasikan
femininitas sebagai entitas yang kompleks, yang memadukan dimensi
sensual, emosional, dan politis. Perempuan dalam puisinya tidak sekadar
simbol kecantikan dan cinta, tetapi juga lambang perlawanan terhadap
dominasi maskulin. Meski demikian, terdapat ketegangan dalam puisi
Qabbani antara dorongan untuk membebaskan perempuan dan
kecenderungan untuk mengeksploitasi tubuh perempuan sebagai objek.
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra Arab
modern dan berkontribusi dalam pengembangan kritik sastra feminis,
khususnya dalam membongkar konstruksi gender dalam karya sastra Arab.
Asmiatun - Personal Name
SKRIPSI BSA 516
808
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvi + 84 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







