<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31295">
<titleInfo>
<title>المرأة في شعر الحب لنزارقبان (دراسة النقد الأدبي النسوي)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asmiatun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 84 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>engangkat isu perempuan, femininitas, tubuh, dan kebebasan dalam 
budaya yang masih kuat dengan sistem patriarki. Puisi-puisinya tidak hanya 
mengungkapkan cinta dan romantisme, tetapi juga menjadi bentuk 
perlawanan terhadap berbagai belenggu sosial yang membatasi perempuan di 
masyarakat Arab. Keberanian Qabbani dalam mengangkat tema ini memicu 
beragam respons di kalangan kritikus sastra dan studi gender. 
Penelitian ini mengkaji representasi femininitas dalam Diwan al
Hubb karya Nizar Qabbani melalui pendekatan kritik sastra feminis. 
Penelitian ini berangkat dari pertanyaan: (1) Bagaimana representasi 
femininitas dihadirkan dalam Diwan al-Hubb? (2) Apa saja aspek-aspek 
femininitas yang tampak dalam puisi-puisi tersebut? (3) Bagaimana konteks 
sosial dan budaya Arab memengaruhi representasi femininitas dalam karya 
ini? 
Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan 
pendekatan kritik feminis, serta berpijak pada pemikiran Simone de 
Beauvoir, Hélène Cixous, dan Luce Irigaray. Analisis dilakukan terhadap 
teks-teks puisi yang menggambarkan citra perempuan dalam konteks sosial
budayanya. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qabbani mempresentasikan 
femininitas sebagai entitas yang kompleks, yang memadukan dimensi 
sensual, emosional, dan politis. Perempuan dalam puisinya tidak sekadar 
simbol kecantikan dan cinta, tetapi juga lambang perlawanan terhadap 
dominasi maskulin. Meski demikian, terdapat ketegangan dalam puisi 
Qabbani antara dorongan untuk membebaskan perempuan dan 
kecenderungan untuk mengeksploitasi tubuh perempuan sebagai objek. 
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra Arab 
modern dan berkontribusi dalam pengembangan kritik sastra feminis, 
khususnya dalam membongkar konstruksi gender dalam karya sastra Arab.</note>
<subject authority=""><topic>Kritik Sastra</topic></subject>
<classification>808</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 516</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 516</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 516</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31295</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 10:51:37</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-13 14:32:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>