Detail Cantuman Kembali

XML

Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Pandeglang.


Kurikulum Merdeka hadir dengan harapan mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan di era modern, di mana keterampilan seperti berpikir kritis, kreatif, komunikasi efektif, dan kolaborasi menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan penerapan kurikulum merdeka di SMAN 6 Pandeglang. Untuk mengetahui bagaimana penerapan kurikulum merdeka di SMAN 6 Pandeglang. Untuk menganalisis masalah dalam penerapan kurikulum merdeka di SMAN 6 Pandeglang. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah dalam penerapan kurikulum merdeka di SMAN 6 Pandeglang. Untuk menganalisis hasil penerapan kurikulum merdeka di SMAN 6 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, dan guru di SMAN 6 Pandeglang. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles, Hubernan, dan Saldana yaitu melalui kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Perencanaan penerapan kurikulum merdeka yang dilakukan oleh guru di SMAN 6 Pandeglang yaitu menganalisis Capaian Pembelajaran atau penyesuaian Capaian Pembelajaran (CP) dengan fasenya. Setelah TP disusun, desain pelaksanaan pembelajaran selanjutnya dibuatkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). 2) Penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 6 Pandeglang belum optimal karena belum sepenuhnya menerapkan metode pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan. Namun, melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru dan siswa mulai diberi ruang untuk menyesuaikan pembelajaran dengan minat dan bakat, sehingga potensi individu dapat lebih dikembangkan. 3) Masalah dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 6 Pandeglang yaitu rendahnya respon siswa, keterbatasan pemahaman guru terhadap IT, dan kurangnya sarana prasarana pendukung. 4) Cara mengatasi masalah dalam implementasi Kurikulum Merdeka SMAN 6 Pandeglang dengan menerapkan pendekatan kolaboratif melalui diskusi di Komunitas Belajar (Kombel) dan forum guru. Keterbatasan sarana prasarana disiasati dengan sistem pemakaian bergilir. 5) Hasil Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 6 Pandeglang yaitu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, khususnya melalui Projek P5.
Muhammad Dhuyuf Khuzaimi - Personal Name
SKRIPSI MPI 352
2x7.35
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 143 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...