Detail Cantuman Kembali
العلاقة بين العبد وربّه في شعر أغيب لعبد الرحيم البرعي (دراسة تحليلية لتشارلزساندرزبيرس)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hamba dan tuhan
dalam syair "بيغأ" karya Abdurrahim Al-Bur’i, dengan menggunakan teori semiotika
Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian ini adalah menggali makna spiritual yang
terkandung dalam syair Aghību, sebuah karya sufistik dari Abdurrahim al-Bur’i yang
telah menjadi warisan sastra Islam klasik, khususnya dalam menggambarkan
ekspresi hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan melalui bahasa simbolik dan
estetika sufistik.
Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini meliputi dua hal.
Pertama, apa saja tanda-tanda semiotik dalam syair Agibu karya Abdurrahim Al
Bur’i. Kedua, bagaimana hubungan hamba dan Tuhan direpresentasikan dalam syair
Agibu karya Abdurrahim Al-Bur’i. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tanda-tanda semiotik dalam syair Agibu dengan menggunakan teori Charles Sanders
Peirce, serta menganalisis bagaimana hamba dan Tuhan direpresentasikan dalam
syair Agibu.
Dalam menganalisis permasalahan ini, peneliti menggunakan metode
kualitatif deskriptif. Langkah awal pengumpulan data dilakukan melalui teknik
kajian pustaka (library research). Sumber penelitian terdiri dari data primer dan data
sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah syair Agibu karya
Abdurrahim Al-Bur’i. Sumber data sekunder dalam penelitian ini di peroleh melalui
buku-buku, artikel, dan jurnal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Syair Aghību karya Abdurrahim al-Bur’i
menunjukkan betapa dalam dan puitisnya hubungan antara seorang hamba dan
Tuhannya. Melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, setiap kata dalam
syair ini mengandung tanda-tanda makna yang kompleks namun penuh nilai
spiritual. Analisis terhadap representamen, objek, dan interpretant mengungkap
bahwa syair ini tidak hanya menyampaikan doa dan harapan, tetapi juga
menggambarkan perjalanan ruhani, rasa cinta, ketundukan, dan pengharapan yang
tulus kepada Allah. Keseluruhan syair ini mencerminkan nilai-nilai tasawuf yang
mengajarkan penghambaan total, kerendahan hati, pentingnya dzikir, doa, prasangka
baik, cinta kepada Rasulullah ﷺ dan cinta sejati kepada Allah SWT. Karya ini
memperlihatkan bahwa bahasa bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan
pengalaman keimanan dan pengabdian yang mendalam. Oleh karena itu, syair
Aghību layak menjadi rujukan penting dalam studi sastra sufistik dan semiotika
Islam.
Nur Lailatul Karimah - Personal Name
SKRIPSI BSA 513
808
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvi + 98 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







