<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31217">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Pelindian pada Limbah Aluminium dan Kaolin untuk Sintesis Mullite</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ardelia Nur Sabila</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 72 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Mullite merupakan mineral langka yang pertama kali ditemukan di Pulau Mull, Skotlandia. Karena jarang ditemukan di alam, mullite biasanya dibuat dari bahan kimia atau bahan alami. Mullite dikenal memiliki sifat unggul seperti tahan suhu tinggi, densitas rendah, dan kekuatan mekanik tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai material suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelindian terhadap pembentukan mullite menggunakan limbah aluminium dan kaolin. Proses pelindian dilakukan untuk mengurangi pengotor dan menyesuaikan rasio Al₂O₃: SiO₂ agar mendekati komposisi ideal mullite (3Al₂O₃·2SiO₂). Limbah aluminium dilindi menggunakan asam sulfat (H2SO4) 1,6 M, kemudian disesuaikan pH-nya dengan penambahan NaOH 5 N hingga mencapai pH 5. Kaolin dilindi menggunakan asam oksalat 0,5 M. Setelah proses pelindian, kedua bahan dicampur berdasarkan rasio stoikiometri mullite 3:2 menggunakan shaker milling, lalu dicetak menggunakan dry pressing dengan tekanan 4,5 ton, dan disinter pada suhu 1300 °C. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa senyawa utama untuk pembentukan mullite pada limbah aluminium yaitu Al2O3 turun setelah pelindian dari 70,00% menjadi 62,27% dan SiO2 turun dari 10,00% menjadi 4,29%. Pada kaolin, senyawa utama SiO2 naik setelah pelindian dari 48,64% menjadi 49,55% dan melarutkan sebagian Al2O3, sehingga membantu menyeimbangkan rasio Al2O3.SiO2 untuk pembentukan mullite. Hasil XRD mengonfirmasi bahwa mullite terbentuk pada seluruh variasi, dengan fasa mullite dominan terlihat pada sampel pencampuran limbah aluminium terlindi dan kaolin dengan fasa mullite 83,3%. Morfologi SEM menunjukkan struktur kristal mullite berbentuk jarum yang saling bertautan dan tersusun rapat pada sampel limbah aluminium dan kaolin terlindi. Uji densitas juga menunjukkan bahwa sampel dengan limbah aluminium dan kaolin terlindi menghasilkan mullite dengan densitas 2,84 g/cm3 yang lebih padat dan stabil, dengan nilai porositas yang lebih rendah 7,90%.</note>
<classification>666</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 051</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 051</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 051</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31217</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-23 08:27:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-23 08:28:04</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>