<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31189">
<titleInfo>
<title>Identifikasi Prekursor Gempa Bumi Menggunakan Metode Gelombang ULF Magnet Bumi di Wilayah Jawa Bagian Barat dan Selat Sunda</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lalah Khozilah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 76 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Wilayah Jawa bagian barat dan selat sunda terletak di antara pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang saling berinteraksi dalam aktivitas konvergen. Interaksi antar lempeng ini memicu deformasi di sepanjang zona tumbukan. Akibatnya, wilayah Jawa bagian barat dan Selat Sunda menjadi wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi, sehingga rentan terhadap gempa bumi. Besarnya potensi kerugian akibat gempa maka perlu dilakukan pengembangan upaya prediksi jangka pendek melalui pengamatan fenomena fisik yang dikenal sebagai prekursor gempa bumi. Salah satu fenomena yang berpotensi sebagai prekursor gempa adalah munculnya anomali geomagnetik pada sinyal gelombang ULF sebelum gempa bumi terjadi. Anomali ini terbentuk akibat akumulasi tekanan pada batuan di litosfer selama tahap persiapan gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi optimum yang berasosiasi dengan prekursor gempa dan untuk memprediksi magnitudo menggunakan persamaan empiris. Data geomagnetik yang di analisis menggunakan rentang 20 hari sebelum terjadinya gempa. Data ini diolah menggunakan frekuensi 0,022 Hz (PC 3) dan 0,012 Hz (PC 4). Pengolahan data geomagnetik dilakukan dengan menggunakan metode rasio power spektrum Z/H. Rasio power spektrum Z/H yang melebihi ambang batas ±2 dianalisis untuk mengidentifikasi anomali yang berasosiasi dengan prekursor gempa, serta dikorelasikan dengan indeks DST untuk memvalidasi anomali bebas dari gangguan badai magnetik. Hasil penelitian menunjukan jumlah anomali yang dihasilkan dari kedua PC pada periode 2022 2024, dimana PC 3 menghasilkan 93 anomali yang berasosiasi dengan event gempa dan PC 4 menghasilkan 54 anomali yang berasosiasi dengan event gempa, yang berarti kecenderungan anomali yang berasosiasi dengan prekursor gempa bumi di wilayah Jawa bagian barat dan Selat Sunda terjadi pada PC 3 dengan nilai frekuensi optimum sebesar 0,022 Hz. Berdasarkan anomali geomagnetik yang dihasilkan dari frekuensi optimum maka diperoleh persamaan empiris untuk memprediksi magnitudo</note>
<classification>551.22</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 050</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 050</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 050</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31189</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 11:45:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-22 11:45:21</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>