<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31175">
<titleInfo>
<title>Strategi Coping Religius Dalam Proses Penerimaan Diri Pada Ibu Single parent Yang Memiliki Anak Down syndrome (Studi Skh Al-Mawaddah, Kaujon, Serang, Banten).</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mutia Zahra Nurrohmah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 142 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Peran sebagai ibu tunggal merupakan peran yang sangat sulit, kondisi ini menjadi semakin kompleks ketika harus merawat anak dengan kebutuhan khusus seperti Down Syndrome. Kondisi ini seringkali menimbulkan tekanan fisik, emosional, dan finansial yang diperburuk oleh stigma sosial dan minimnya dukungan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, coping religius menjadi salah satu mekanisme adaptif yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres yang dialami ibu single parent dengan anak Down syndrome di SKH Al-Mawaddah, Serang, Banten; mengidentifikasi bentuk coping religius yang diterapkan dalam proses penerimaan diri; serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan lima ibu sebagai subjek utama dan lima informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres yang dialami bersifat multidimensional, meliputi tekanan emosional, sosial, dan ekonomi. Fase awal diagnosis biasanya ditandai dengan penolakan, lalu berkembang menjadi penerimaan seiring waktu. Coping religius positif seperti peningkatan ibadah, memaknai anak sebagai amanah Tuhan, dan keterlibatan dalam komunitas keagamaan lebih dominan digunakan. Sementara coping religius negatif, seperti mempertanyakan keadilan Tuhan, cenderung muncul di awal dan berkurang seiring penerimaan diri. Faktor pendukung meliputi keyakinan agama yang kuat, dukungan keluarga, dan lingkungan sekolah yang inklusif, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan ekonomi, kelelahan fisik, dan tekanan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coping religius menjadi kunci penting dalam membantu ibu single parent menemukan makna, ketenangan, dan kekuatan spiritual dalam menjalani peran pengasuhan. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan berbasis religiusitas dan dukungan sosial yang menyeluruh guna meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu dan anak.</note>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1171</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1171</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1171</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31175</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-18 15:46:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-15 10:19:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>