Detail Cantuman Kembali
Konsep Manzilah Baina Al- Manzilatain dalam Aliran Mu’tazilah (Studi terhadap Kitab Tafsir Al-Kasya¯f Karya Az- Zamakhsyarı¯)
Manzilah baina al-Manzilatain adalah doktrin yang menjadi penyebab hadirnya
mazhab Mu‟tazilah. Doktrin ini terkenal dengan status orang muslim yang mengerjakan dosa
besar selain dosa syirik, dan belum bertaubat, tidak dikatakan mukmin atau kafir tetapi disebut
fasiq, di akhirat kelak pelaku dosa besar berada diantara dua tempat yakni diantara surga dan
neraka, walaupun di neraka menurut mereka nerakanya agak dingin, berbeda dengan
nerakanya orang kafir. Peneliti merusumuskan dua rumusan masalah yaitu bagaimana ayat
ayat seputar manzilah baina al-Manzilatain dan analisis penafsiran az- Zamakhsyarı¯ terhadap
manzilah baina al-Manzilatain dalam kitab tafsir al-Kasya¯ f. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui ayat-ayat seputar manzilah baina al-Manzilatain dan untuk mengetahui analisis
penafsiran az-Zamakhsyarı¯ terhadap manzilah baina al- Manzilatain dalam kitab tafsir al
Kasya¯ f.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis
penelitian library research, datanya bersumber dari literatur-literatur tertulis yang
berhubungan langsung dengan materi yang dikaji, baik berupa buku, ensiklopedia, kamus,
jurnal, dokumen, majalah dan lain semisalnya. Adapun sumber data, ada data primer dan data
sekunder. Data primer pada penelitian ini ialah kitab suci Al-Qur‟an dan tafsirnya yang
dikhususkan kepada kitab tafsir al-Kasya¯ f karya az-Zamakhsyarı¯ . Untuk data sekunder yang
digunakan peneliti ialah buku, kitab tafsir dan literatur-literatur yang berhubungan dengan
judul yang diajukan peneliti.
Hasil dari penelitian ini, ayat-ayat Al-Qur‟an mengenai manzilah baina al-
Manzilatain perspektif az-Zamakhsyari yaitu QS. Al-Baqarah [2] ayat 3, QS. Al-Baqarah [2]
ayat 26, QS. Al-Hasyr [59] ayat 19 mengenai fasiq, ketika membahas ayat ini, ia menjelaskan
bahwa siapapun yang keimanannya rusak walaupun telah bersyahadat dan beramal shalih
maka ia disebut munafiq. Apabila syahadat yang rusak maka ia disebut kafir. Dan apabila
amal yang rusak maka ia disebut fasiq. QS. An-Najm [53] ayat 32 mengenai dosa, menurut
az-Zamakhsyarı¯ , ada tingkatan dalam dosa besar, yaitu ada dosa besar yang
jika dikerjakan akan mengarah pada status kafir, seperti syirik dan mendzalimi Allah. Ada
juga dosa besar dengan tingkatan lebih rendah yakni fasiq. Dan QS. An-Nisa [4] ayat 48, az-
Zamakhsyarı¯ menjelaskan perkara ayat ini maksudnya yakni Allah tidak akan memberi
ampun kepada orang yang melakukan dosa syirik. Tetapi apabila orang itu melakukan tobat
secara sungguh-sungguh, Allah akan mengampuninya.
Ayu Septianingsih - Personal Name
SKRIPSI IAT 671
2x1.34
Text
Indonesia
2023
Serang Banten
xxiii + 137 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







