<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31147">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rohyan Hakim</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 123 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Putusan MK No. 80/PUU-XIV/2016 memberi kesempatan anak 
hasil perkawinan campuran memiliki kewarganegaraan ganda hingga usia 
18 tahun. Meski dinilai progresif, pembatasan ini menimbulkan pertanyaan 
keadilan, terutama bagi anak yang ingin mempertahankan identitas kedua 
orang tuanya. Dalam perspektif Siyasah Dusturiyah, kebijakan ini perlu 
dikaji karena prinsip keadilan Islam menekankan perlindungan hak anak 
sebagai kelompok rentan. Jika pembatasan ini mengabaikan tujuan syariah 
seperti hifz al-nasl, maka perlu dievaluasi apakah putusan tersebut sudah 
mencerminkan keadilan substantif atau belum. 
Rumusan masalah Penelitian ini adalah: 1. bagaimana pengaturan 
kewarganegaraan ganda dalam hukum positif di Indonesia sebelum dan 
setelah adanya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 80/PUU-XIV/2016? 2. 
bagaimana 
perspektif 
siyasah 
dusturiyah 
terhadap 
pengaturan 
kewarganegaraan ganda berdassarkan putusan mahkamah konstitusi 
No.80/PUU-XIV/2016? 
Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui dan 
menjelaskan bagaimana pengaturan kewarganegaraan ganda dalam hukum 
positif di Indonesia sebelum dan setelah adanya Putusan Mahkamah 
Konstitusi No. 80/PUU-XIV/2016. 2. Untuk mengetahui dan menjelaskan 
bagaimana 
perspektif 
siyasah 
dusturiyah 
terhadap 
pengaturan 
kewarganegaraan ganda berdasarkan putusan mahkamah konstitusi 
No.80/PUU-XIV/2016. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan, metode 
penelitian kualitatif deskriptif dan analisis normatif terhadap dokumen 
hukum, putusan MK, serta literatur yang berkaitan dengan siyasah 
dusturiyah. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, analisis putusan 
Mahkamah Konstitusi No.80/PUU-XIV/2016, serta kajian teoritis mengenai 
prinsip-prinsip siyasah dusturiyah dalam hukum Islam. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan MK No. 80/PUU
XIV/2016 membuka fleksibilitas bagi anak hasil perkawinan campuran 
untuk 
mempertahankan kewarganegaraan meski terlambat secara 
administratif. Namun, hambatan seperti kurangnya sosialisasi dan prosedur 
yang rumit masih menjadi kendala. Diperlukan evaluasi kebijakan melalui 
penyederhanaan prosedur, peningkatan sosialisasi, dan penguatan prinsip 
mas’uliyah (tanggung jawab negara), hurriyah (kebebasan dan perlindungan 
hak), serta musawah (persamaan hak), agar sistem kewarganegaraan lebih 
inklusif dan adil.</note>
<note type="statement of responsibility">Tinjauan Siyasah Dusturiyah terhadap Pengaturan Kewarganegaraan Ganda Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No.80/</note><subject authority=""><topic>Kewarganegaraan, Siyasah Dusturiyah</topic></subject>
<classification>323.6</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 674</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HTN 674</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HTN 674</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31147</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 16:47:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 16:56:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>