Detail Cantuman Kembali
الكلمات المشيرة في فيلم كفرناحوم لنادين لبكي (مراجعة التداولية تستند إلى منظور ستيفن ج ليفنسون)
Film Capharnaüm karya Nadine Labaki menggambarkan realitas sosial yang
kompleks melalui tuturan para tokohnya yang kaya akan unsur deiksis. Penggunaan deiksis
dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda referensial, tetapi juga merefleksikan
identitas tokohnya, hubungan sosial, serta konteks waktu dan ruang. Oleh karena itu, kajian
terhadap deiksis dalam film ini penting untuk mengungkap makna ujaran secara pragmatik.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kepustakaaan, yang bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mengklarifikasikan bentuk,
jenis, dan fungsi deiksis dalam film Capharnaüm berdasarkan teori pragmatik dari Stephen
C. Levinson. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan, sedangkan analisis
data dilakukan menggunakan metode deskriptif-analitik terhadap dialog-dialog tokoh dalam
25 menit pertama berjalannya film tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama deiksis, yaitu:
deiksis eksoporik, (yang mencakup deiksis persona, sosial, waktu, dan tempat) dan deiksis
endoporik, (yakni deiksis wacana). Total ditemukan 78 data deiksis dari 244 tuturan
percapannya yang didasarkan pada 17 konteks pragmatis. Deiksis persona terdiri dari 5 data
untuk orang pertama, 8 data untuk orang kedua, dan 5 data untuk orang ketiga. Deiksis
sosial mencakup 12 data untuk hubungan formal dan 13 data untuk hubungan informal.
Deiksis waktu mencakup 6 data untuk masa lampau, 2 data untuk masa sekarang (kini), dan
8 data untuk masa depan. Deiksis tempat terdiri dari 6 data untuk lokasi umum dan 4 data
untuk lokasi khusus. Sementara deiksis wacana terdiri dari 6 data untuk penunjukan anaforis
(sebelumnya) dan 3 data untuk kataforis (setelahnya).
Fungsi deiksis pun beragam: deiksis persona digunakan untuk merujuk pelaku
dalam film atau merujuk pada kata ganti tokoh yang dimaksud; deiksis sosial menunjukkan
perbedaan status sosial, gelar meninggikan atau merendahkan; deiksis waktu menandai
urutan waktu kejadian; deiksis tempat menunjukkan lokasi penutur atau lawan tutur sebagai
rujukan untuk tempat yang dekat ataupun jauh; sedangkan deiksis wacana menjaga kohesi
dan koherensi antar bagian wacana untuk menerangkan sesuatu hal yang telah dibicarakan
atau hal yang akan dibicarakan.
Mochamad Syahdan Felix Gunawan - Personal Name
SKRIPSI BSA 511
410
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvi + 96 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







