Detail Cantuman Kembali

XML

المجاز المرسل في القرآن الجزء الرابع عشر (دراسة تحليلية بلاغية)


Bahasa Al-Qur’an mengandung keindahan bukan hanya pada struktur
katanya, tetapi juga pada gaya bahasanya, salah satunya adalah majaz mursal. Gaya
bahasa ini tidak hanya memperindah penyampaian pesan, tetapi juga memperdalam
makna yang dikandung oleh ayat-ayatnya. Namun, memahami majaz mursal tidak
dapat dilakukan secara literal, melainkan memerlukan analisis mendalam terhadap
konteks, alāqah, dan qarīnah. Oleh karena itu, kajian terhadap majaz mursal menjadi
penting sebagai salah satu pendekatan untuk memahami pesan-pesan tersirat dalam
Al-Qur’an. Penelitian ini memfokuskan pada majaz mursal dalam Al-Qur’an juz
empat belas, karena di dalamnya terdapat banyak ayat yang menyampaikan pesan
secara majazi melalui unsur alāqah dan qarīnah, sehingga menunjukkan keindahan
dan kedalaman makna dalam penyampaian pesan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat dalam Juz 14 yang
mengandung majaz mursal dan menganalisis jenis-jenisnya berdasarkan alāqah dan
qarīnah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap Al
Qur’an, tafsir, serta literatur balaghah klasik dan modern. Analisis data dilakukan
dengan menggunakan pendekatan ilmu balaghah, khususnya ilmu bayān, yang secara
khusus membahas tentang gaya bahasa majazi termasuk majaz mursal.
Penelitian ini didasarkan pada teori balaghah, khususnya ilmu bayan yang
membahas tentang majaz. Majaz mursal adalah penggunaan suatu lafadz pada makna
selain makna aslinya, karena adanya alāqah disertai dengan qarīnah yang mencegah
dari maksud makna aslinya. Teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana kata
kata tertentu dalam ayat tidak digunakan dalam makna dasarnya, namun tetap
menunjukkan maksud pesan yang lebih dalam, dengan memperhatikan alāqah dan
qarīnahnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh enam ayat dalam Juz
empat belas yang mengandung majaz mursal, yang tersebar di Surah Al-Ḥijr dan An
Naḥl. Jenis hubungan makna (alāqah) yang ditemukan meliputi juz’iyyah, kulliyyah,
mahalliyyah, ḥāliyyah, musabbabiyyah, dan ‘umūmiyyah. Temuan ini menunjukkan
bahwa majaz mursal memperkaya makna Al-Qur’an dan memperdalam pemahaman
terhadap pesan-pesan ilahiah, serta menjadi jembatan antara keindahan bahasa dan
kedalaman makna yang menjadi ciri khas Al-Qur’an.
Hilda Khaerunnisa - Personal Name
SKRIPSI BSA 509
808
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvi + 66 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...