Detail Cantuman Kembali
تحليل قصيدة يا ست الدنيا يا بيروت لنزار قباني (دراسة سيمائية لرولان بارت)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap 5 kode Roland Barthes
dalam puisi يا ست الدنيا يا بيروت karya Nizar Qabbani, menggunakan teori
semiotika Roland Barthes. Puisi tersebut memberi penghormatan yang
mendalam kepada kota Beirut, yang merupakan ibu kota Lebanon dan
memiliki tempat yang istimewa di hatinya.
Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dengan
rumusan masalah sebagai berikut, 1) Bagaimana analisa pembacaan 5 kode
menurut Roland Barthes pada puisi “Beirut, Primadona Dunia” karya Nizar
Qabbani , 2) Bagaimana nilai moral pada puisi “Beirut, Primadona Dunia”
karya Nizar Qabbani. Tujuan penelitian ini adalah, 1) Untuk mengetahui
pembacaan 5 kode menurut Roland Barthes pada puisi “Beirut, Primadona
Dunia” karya Nizar Qabbani, 2) Untuk mengetahui nilai moral pada puisi
“Beirut, Primadona Dunia” karya Nizar Qabbani. Dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teori kajian pustaka. Peneliti
menggunakan puisi sebagai objek kajian, penelitian ini membahas tentang 5
kode Roland Barthes yang mengkaji tentang semiotika dan juga pesan moral
yang terdapat dalam puisi tersebut.
Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam
mengenai puisi “اي تس ايندلا اي توريب “karya Nizar Qabbani melalui lensa teori
semiotika Roland Barthes. Dengan menganalisis lima kode Barthes (kode
Hermenetik, Semik, Simbolik, Proairetik dan Kultural), penelitian ini tidak
hanya mengungkapkan makna yang terkandung dalam puisi tersebut, tetapi
juga menyoroti nilai moral yang dapat diambil dari puisi tersebut.
Puisi ini secara efektif menggunakan kelima kode Barthes untuk
membangun narasi yang kompleks tentang Beirut: Kode Hermeneutik
menciptakan misteri dan pertanyaan mendalam tentang penyebab Beirut
hancur. Dengan kode Semik, Beirut dihidupkan kembali sebagai entitas
feminin yang agung, yang memiliki banyak emosi dan identitas budaya yang
melampaui apa yang disebutkan dalam deskripsinya. Kode simbolik
mencerminkan paradoks kota dengan menunjukkan perbedaan yang jelas
antara kebaikan dan keburukan, cinta dan pengkhianatan, dan keadilan dan
ketidakadilan. Melalui berbagai tindakan, mulai dari penghancuran hingga
seruan untuk kebangkitan, kode proairetik menciptakan alur emosional yang kuat. Kode Kultural menempatkan tantangan kota Beirut dalam konteks warisan budayanya yang kaya dengan menyertakan referensi sejarah, mitologi, dan
sosial yang relevan. Puisi tersebut menggambarkan cinta Beirut yang kuat dan
teguh terhadap kota meskipun telah mengalami banyak penderitaan,
kekacauan, konflik, dan kekerasan.
Haniyatul Awaliyah - Personal Name
SKRIPSI BSA 508
401.41
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xviii + 65 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







