<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31090">
<titleInfo>
<title>Konseling 
Keluarga dalam Penerimaan Diri Orang Tua yang Memiliki Anak 
Berkebutuhan Khusus</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ai Nuraeni Fadlah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 85 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penerimaan diri orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan 
faktor penting yang memengaruhi perkembangan emosional anak dan 
hubungan dalam keluarga. Namun, masih banyak orang tua yang 
mengalami kesulitan dalam menerima kondisi anaknya secara utuh, 
terutama pada tahap awal setelah mengetahui diagnosis. Penelitian ini 
bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari pemberian layanan 
konseling keluarga dalam penerimaan diri orang tua yang memiliki anak 
berkebutuhan khusus di SKh Negeri 01 Kota Serang. Penelitian ini 
menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga orang 
ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan mengalami hambatan 
dalam proses penerimaan diri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui 
observasi, wawancara mendalam, angket terbuka, dan jurnal reflektif 
selama tiga kali sesi bimbingan keluarga dalam rentang waktu tiga minggu. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga mampu 
membantu orang tua secara bertahap dalam mengelola emosi, menerima 
kenyataan, serta membangun relasi yang lebih hangat dan suportif dengan 
anak. Perubahan positif terlihat dari meningkatnya pemahaman responden 
terhadap kondisi anak, berkurangnya sikap penolakan atau rasa malu, serta 
munculnya sikap lebih terbuka dan optimis dalam menjalani peran sebagai 
orang tua dari anak berkebutuhan khusus. Temuan ini memperkuat hasil 
penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya dukungan emosional 
dan psikologis bagi orang tua ABK melalui pendekatan konseling berbasis 
keluarga. Kesimpulannya, konseling keluarga dapat menjadi alternatif 
strategis dan efektif dalam meningkatkan penerimaan diri orang tua 
terhadap anak berkebutuhan khusus, sekaligus mendorong terbentuknya 
lingkungan keluarga yang lebih positif dan mendukung tumbuh kembang 
anak.</note>
<subject authority=""><topic>Konseling Keluarga</topic></subject>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1167</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1167</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1167</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31090</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-03 10:31:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-03 10:39:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>