Detail Cantuman Kembali

XML

Makna Tabarrukan dalam Praktik Ziarah Kubur (Studi Gunung Santri Bojonegara Kabupaten Serang)


Dalam skripsi ini penulis meneliti tentang "Makna Tabarrukan Dalam Praktik Ziarah Kubur" yang terletak di Desa Bojonegara Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang, Banten. Dengan ditulisnya skripsi ini adalah untuk mengungkap tentang tabarrukan yang populer di tengah masyarakat, yakni makna tabarrukan dalam praktik ziarah kubur. Ziarah yang dilakukan sudah tentu dan pasti memiliki nilai yang bermanfaat yang membuat peziarah melakukan hal tersebut. Selain itu, dalam penelitian ini juga mengkaji soal teoritis makna tabarrukan dalam praktik ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat yang mendatangi makam Syaikh Muhammad untuk melakukan ngalep berkah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskripsi analitik. Sumber yang diperoleh berdasarkan hasil dari wawancara langsung maupun bersumber dari jurnal, skeripsi, buku yang sesuai dengan tema yang diangkat. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan psikologi agama. Penulis dalam hal ini berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan secara terperinci berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di makam Syaikh Muhammad Sholeh yang terletak di Puncak Gunung Santri Desa Bojonegara beserta pihak-pihak yang terlibat di dalam penelitian ini. Berdasarkan latar belakan diatas maka rumusan masalah dalam skeripsi ini aadalah 1). Apa yang dimaksud dengan tabarrukan dalam praktik ziarah kubur di Bojonegara? 2). Bagaimana signifikansi tabarrukan dalam praktik ziarah kubur di Bojonegara? 3). Bagaimana tabarrukan berperan dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Bojonegara? Adapun tujuan penelitian ini adalah 1.) Mengidentifikasi dan menjelaskan yang terkait dengan tabarrukan dalam praktik ziarah kubur di Bojonegara. 2.) Menafsirkan makna dan signifikansi tabarrukan dalam konteks praktik ziarah kubur di Bojonegara. 3.) Memahami peran tabarrukan dalam mempertahankan identifikasi masyarakat Bojonegara. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, penulis memperoleh sebagai berikut: pertama, Syeikh Muhammad Sholeh dianggap menjadi sosok penting dalam penyebaran ajaran agama Islam di daerah Bojonegara. Kedua, nilai- nilai dan keyakinan yang tersirat dalam makna tabarrukan dalam praktik ziarah kubur untuk melakukan ziarah kubur adalah masyarakat menganggap Syeikh Muhammad Sholeh sebagai washilah atau perantara atas setiap doa yang disampaikan oleh para peziarah dengan harapan agar segera terkabul atas segala permintaan yang disampaikan. Selain itu juga sebagai peran dari agama itu sendiri, juga sebagai wisata religi serta hanya melakukan ziarah tanpa adanya dorongan apapun karena sudah menjadi rutinitas. Ketiga, peran tabarrukan dalam memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat Bojonegara. Kesimpulannya, makna tabarrukan dalam praktik ziarah kubur merupakan bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat.
Masbuang - Personal Name
SKRIPSI AFI 111
2x4.164
Text
Indonesia
2025
serang
xx + 85 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...