Detail Cantuman Kembali

XML

Model Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran PAI di SMA Kabupaten Pandeglang


Kurikulum merdeka dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Banyaknya pro dan kontra dari kalangan guru PAI di SMA Kabupaten Pandeglang Banten terhadap penerapan kurikulum merdeka ini. Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Pandeglang. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk: 1) mengetahui implementasi kurikulum merdeka pada proses pembelajaran PAI; 2) menganalisis faktor internal dan eksternal implementasi kurikulum merdeka pada proses pembelajaran PAI; 3) menganalisis strategi tindak lanjut implementasi kurikulum merdeka pada proses pembelajaran PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian: 1) Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PAI di SMA Kabupaten Pandeglang telah terlaksana dengan cukup baik, ditinjau dari kesiapan perencanaan yang cukup baik, pelaksanaan pembelajaran yang cukup efektif, dan pada evaluasi yang cukup kompeten; 2) berdasarkan analisis SWOT:faktor Strength mencakup fleksibilitas pembelajaran, pengembangan kreativitas dan inovasi pembelajaran, penguatan karakter dan etika, pembelajaran berbasis pengalaman dan dukungan bagi keberagaman siswa. Weaknesses mencakup kurangnya pemahaman guru terkait konsep kurikulum merdeka, guru kesulitan dalam menyusun modul ajar dan mendesain perangkat pembelajaran dan siswa kesulitan dalam beradaptasi dengan pembelajaran P5; Opportunities mencakup peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, siswa memiliki kompetensi secara akademis dan intergitas moral yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan lokal; Threats meliputi desain pembelajaran berdiferensiasi, asesmen pembelajaran yang beragam, materi PAI yang luas dan banyak dengan jam pelajaran yang terbatas, sarana dan prasarana yang kurang memadai, anggaran yang tinggi untuk projek P5, dan kesulitan dalam menyesuaikan jadwal P5 dan menentukan tema P5; 3) Strategi tindak lanjut: guru dihimbau mengikuti workshop dan pelatihan, mengadakan sesi pertemuan antara peserta didik, wali kelas, dan guru BK, memberikan arahan setiap hari kepada siswa dan melakukan kontroling secara berkala dan memaksimalkan penggunaan bantuan pendanaan dari BOS/BOSDA.
Nofan Budi Santoso - Personal Name
TESIS PAI 509
375.001
Text
Indonesia
2024
serang
xix + 333 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...