Detail Cantuman Kembali
Pemikiran Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan Tentang Sejarah 1906-1969
Keistimewaan sosok Habib Salim Bin Jindan adalah seorang Ulama Habaib yang dilahirkan di Surabaya pada 7 September 1906 M, 18 Rajab 1324. Nama lengkapnya adalah Habib Salim Bin Ahmad Bin Husain Bin Saleh Bin Abdullah Bin Jindan Bin Abdullah Bin Umar Bin Abdullah Bin Syaikhan Bin Asy Syaik Abu Bakar Bin Salim. Salim Bin Jindan wafat di Jakarta pada 1 Juni 1969, 16 Rabiul Awal 1389. Skripsi ini mengkaji tentang bagaimana eksistensi pemikiran Habib Salim pada periode sejarah 1906-1969 yang cukup berpengaruh pada masanya hingga berkat pemikirannya terbitlah berbagai macam karya beliau dan menjadi warisan bagi generasi penerusnya. Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini sebagai berikut Bagaimana Riwayat Hidup Habib Salim Bin Jindan?, Bagaimana Jejak Sejarah Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan ?, Bagaimana Pemikiran Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan Tahun 1906-1969? Penelitian ini menggunakan metode historis yakni mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa masa lalu teknik penelitian ini ialah tahap heuristik (Pengumpulan Data), Verifikasi ( Kritik Sumber), Interpretasi (Penafsiran), dan Historiografi (Penulisan). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan dan bagaimana sosok beliau memberikan pengaruh yang cukup besar pada masa sejarah 1906-1969 yang mana disitu juga proses kemerdekaan Indonesia sedang diperjuangkan. Terbukti bahwa pendapat dan pemikiran Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan saat itu banyak dijadikan sebagai pedoman bagi umat muslim sebagai pondasi untuk bertahan ditengah-tengah masuknya budaya asing dan para penjajah. Karena kegemaran beliau dalam menimba ilmu sehingga beliau menulis banyak karya kitab yang beliau susun sendiri dan terhitung berjumlah lebih dari 100 judul bahkan sampai 15.000 koleksi kitab yang dimiliki oleh Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan, sehingga banyaknya umat muslim yang mengikuti saran serta nasihat dari beliau karena beliau juga dianggap sebagai ulama yang mampu dalam memecahkan masalah saat itu. Tak hanya itu karena keberanian dan ketegasan Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan dalam melawan penjajah dan sering menjadi orator sebagai bentuk perlawanan sehingga beliau dijuluki sebagai “Singa Podium”.
Suci Annissa - Personal Name
SKRIPSI SPI 673
904
Text
Indonesia
2025
serang
xiii + 94 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







