Detail Cantuman Kembali

XML

Peran Majleis Taklim Nurul Iman Dalam Meningkatkan Etika Komunikasi Pada Masyarakat Didesa Jeruk Tipis Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang.


Fenomena sosial yang dialami masyarakat saat ini sangat beragam termasuk kurangnya kesadaran tentang bagaimana etika berkomunikasi, kurangnya toleransi terhadap interaksi, menyebarkan informasi hoaks, berkata kasar dan kurangnya empati hingga kurangnya penghormatan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat dua pertanyaan utama yaitu: bagaimana peran Majelis Taklim Nurul Iman dalam membina, mengarahkan, dan meningkatkan etika komunikasi masyarakat dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses peningkatan etika komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan majelis taklim, wawancara dengan pengurus, penceramah, dan jamaah, serta dokumentasi kegiatan keagamaan yang berlangsung secara rutin. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa Majelis Taklim Nurul Iman memiliki peran yang nyata dalam membina masyarakat, khususnya dalam hal membentuk pola komunikasi yang beretika, santun, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Tidak hanya fokus pada pemberian materi keagamaan secara teoritis, majelis ini juga memberikan penekanan pada pentingnya pengamalan dalam bentuk sikap saling menghormati, dan keterbukaan dalam berinteraksi antaranggota masyarakat. Materi dakwah disampaikan dengan pendekatan kekeluargaan, bahasa yang sederhana, serta suasana yang penuh keakraban, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan. Semangat kebersamaan jamaah, komitmen pengurus, dan pendekatan komunikatif adalah beberapa faktor yang mendukung keberhasilan peran majelis ini. Namun, beberapa faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana dan prasarana, pengaruh budaya mistis, dan tingkat pendidikan yang rendah di sebagian masyarakat. Metode ini terbukti efektif dalam menarik partisipasi masyarakat secara aktif dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kehadiran Majelis Taklim Nurul Iman berperan sebagai solusi terhadap problematika sosial keagamaan yang dihadapi masyarakat setempat. Majelis taklim tidak hanya menjadi sarana belajar agama, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan penyebaran nilai-nilai etika komunikasi yang Islami. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa lembaga keagamaan seperti majelis taklim memiliki posisi yang sangat penting dan relevan dalam membentuk masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta mampu berkomunikasi dengan baik, bijak, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan program pembinaan keagamaan berbasis komunitas dan sebagai landasan untuk penelitian lebih lanjut mengenai komunikasi Islam dalam konteks sosial yang lebih luas.
Elin Hasnatul Ulfiah - Personal Name
SKRIPSI KPI 1146
302
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 128 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...