Detail Cantuman Kembali
Strategi Komunikasi Persuasif Qismul Riayah Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akidah Akhlak (Studi Kasus Pondok Pesantren Al- Abqary)
Penanaman nilai-nilai akidah saat ini menjadi tantangan serius bagi lembaga pendidikan pesantren Al Abqary, yang mana banyaknya santri ditandai dengan santri yang melanggar aturan, rendahnya motivasi belajar, perubahan budaya, dan keterbatasan media. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi persuasif Carl Hovland, yang mencakup lima komponen utama: attention (perhatian), comprehension (pemahaman), learning (pembelajaran), acceptance (penerimaan), dan retention (penyimpanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif Qismul Riayah dalam menanamkan nilai-nilai akidah akhlak meliputi: 1) komunikasi personal, 2) keterlibatan wali santri sebagai mitra strategis, 3) ketiga pola pemikiran anak dalam memahami konsep akidah, 4) penggunaan buku pembelajaran akidah akhlak dan bahasa arab dan yang 5) menceritakan kisah-kisah yang inspiratif. Faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi persuasif Qismul Riayah meliputi: faktor pendukung yaitu: 1) dukungan intisyari organisasi santri Al Abqary, 2) dukungan teman, 3) lingkungan yang kondusif. Selanjutnya faktor penghambat yaitu: 1) keterbatasan waktu dalam pembelajaran, 2) keterbatasan tenaga pengajar, 3) keterbatasan perhatian pengajar, 4) kurangnya pengawasan media yang digunakan dan 5) egosiantrisme santri yang sulit dikendalikan.
Ilma Mutia Shafira - Personal Name
SKRIPSI KPI 1144
302.2
Text
Indonesia
2025
serang
xvi + 98 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







