<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31020">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Halal Image, Religiusitas dan Life Style terhadap Preferensi Pembelian Kosmetik pada Generasi Z di Era Digital Media Sosial sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Gen-Z di Kota Tangerang Selatan, Banten)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ade Adhariah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 153 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia yang pesat telah mendorong meningkatnya perhatian terhadap aspek kehalalan produk, khususnya di kalangan Generasi Z Muslim yang aktif dalam dunia digital. Generasi ini tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan harga, tetapi juga mulai menilai produk dari sisi nilai religius dan gaya hidup halal. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi sumber utama informasi dan rekomendasi kosmetik bagi kelompok usia ini, menjadikan peran digital semakin penting dalam proses pengambilan keputusan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh halal image, religiusitas, dan gaya hidup halal terhadap preferensi pembelian kosmetik pada Generasi Z Muslim di Kota Tangerang Selatan. Selain itu, studi ini juga mengevaluasi peran media sosial sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antar variabel tersebut. Dengan memahami keterkaitan ini, penelitian diharapkan memberikan wawasan mengenai perilaku konsumen Muslim di era digital. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei dengan kuesioner berbasis skala Likert, yang disebarkan kepada responden berusia 18–27 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel secara statistik dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel media sosial yang dominan secara deskriptif, namun tidak signifikan secara statistik sebagai moderator. Sementara itu, halal image, religiusitas, dan gaya hidup halal tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap preferensi pembelian. Temuan ini membuka ruang eksplorasi terhadap konstruk baru yang lebih sesuai dengan karakter konsumsi digital Generasi Z.</note>
<classification>2x4.21</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS ES 124</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS ES 124</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS ES 124</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31020</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 14:00:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 14:00:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>