Detail Cantuman Kembali

XML

Pemaknaan dan Pergeseran Nilai Tradisi Rebo Wekasan di Kecamatan Lebak Wangi dalam Perspektif Koentjaraningrat


Tradisi Rebo Wekasan merupakan salah satu bentuk warisan
budaya masyarakat Islam Jawa yang masih lestari hingga saat ini,
termasuk di Kecamatan Lebak Wangi. Tradisi ini dipercaya sebagai
bentuk ikhtiar menolak bala yang diyakini turun pada hari Rabu
terakhir bulan Safar. Fenomena ini menunjukkan adanya perpaduan
antara nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan lokal yan
g kaya makna. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini
mencakup: bagaimana asal-usul, pelaksanaan, dan makna tradisi Rebo
Wekasan di Kecamatan Lebak Wangi; bagaimana pergeseran nilai yang
terjadi dalam tradisi ini; serta apa saja faktor yang memengaruhinya
dalam perspektif Koentjaraningrat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologis, untuk memahami makna dan pengalaman masyarakat
dalam menjalankan tradisi Rebo Wekasan. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh
masyarakat, tokoh agama, dan warga setempat, serta dokumentasi. Data
dianalisis menggunakan teori unsur kebudayaan dari Koentjaraningrat,
yang mencakup sistem religi, pengetahuan, sosial, bahasa, mata
pencaharian, peralatan hidup, dan kesenian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan di
Kecamatan Lebak Wangi berakar dari ajaran para ulama terdahulu,
khususnya Syekh Nawawi al-Bantani dan murid-muridnya. Tradisi ini
memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat, seperti shalat tolak
bala, mandi Safar, dan berbagi makanan. Seiring perkembangan zaman,
terjadi pergeseran makna dan praktik, seperti pengurangan unsur mistis
dan
penguatan
pendekatan
keagamaan.
Faktor-faktor
yang
memengaruhi pergeseran ini meliputi perkembangan pendidikan,
pemahaman agama, serta pengaruh modernisasi dan media.
Kesimpulannya, tradisi Rebo Wekasan di Lebak Wangi tetap
bertahan sebagai bentuk ekspresi budaya religius masyarakat, meski
mengalami adaptasi terhadap perubahan zaman. Penelitian ini
menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal yang mengandung
nilai-nilai kearifan, spiritualitas, dan solidaritas sosial dalam
membentuk identitas budaya masyarakat.
Romi Hidayat - Personal Name
TESIS SII 017
301
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xvii + 180 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...