Detail Cantuman Kembali
Analisis Expressive Arts Therapy Dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia.
Di Indonesia kasus bunuh diri menjadi penyebab kematian pada segala usia, khususnya remaja. Bunuh diri ini disebabkan karena gangguan mental seperti tekanan emosional, stres, cemas, trauma dan depresi. Gangguan mental tersebut dapat dicegah dan diatasi melalui terapi atau praktik konseling. Salah satu novel yang menggambarkan praktik konseling adalah novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Dalam novel tersebut, menggambarkan proses penyembuhan seorang remaja yang sering sekali melakukan represi dan mengalami depresi bahkan bunuh diri dengan menggunakan expressive arts therapy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk represi dan tahapan expressive arts yang dilakukan dalam novel Represi karya Fakhrisina Amalia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu analisis konten. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Represi karya Fakhrisina Amalia, sedangkan data-data lain yang sesuai dan relevan dengan kajian dalam penelitian ini dijadikan sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menujukkan bahwa tokoh utama cenderung melakukan represi sebagai mekanisme pertahanan ego, diperoleh lima bentuk represi. Adapun proses konseling yang dilakukan tokoh utama dengan menggunakan expressive arts therapy (terapi seni ekspresif) terdiri dari empat tahapan yaitu, 1) tahap pemanasan, 2) tahap pemanggilan peristiwa kembali, ekspresi emosi dan konflik yang dialami, 3) tahap pemulihan dan 4) tahap penutup. Hasil yang dicapai dari expressive arts therapy dalam novel Represi yaitu tokoh utama mengalami perubahan emosional, menerima dan memaafkan dirinya sendiri serta masa lalunya.
Siti Nurhayatun Nufus - Personal Name
SKRIPSI BKI 1162
158.3
Text
Indonesia
2025
serang
xiii + 78 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







