<br />
<b>Notice</b>:  Undefined variable: _title_main in <b>/home/perpus/lib/detail.inc.php</b> on line <b>272</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30970">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Firman Sihabbudin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi + 68 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pelat berlapis baja tahan karat/baja karbon yang dirol panas dikembangkan untuk menghadirkan material yang tahan korosi, kuat secara mekanik, dan lebih ekonomis. Namun, proses fabrikasinya berisiko menghasilkan senyawa intermetalik getas pada antarmuka yang menurunkan performa. Penelitian ini bertujuan mengkaji fasa, struktur, ukuran kristal, serta pengaruh interlayer Ni terhadap penekanan senyawa intermetalik, sifat kekerasan serta magnetik pelat berlapis. Interlayer Ni digunakan dalam dua variasi ketebalan yaitu 0,1 mm dan 0,5 mm yang disisipkan di antara baja karbon dan baja tahan karat. Proses pengerolan dilakukan pada 1050 °C dengan reduksi 70% dan pendinginan udara. Hasil menunjukkan bahwa interlayer 0,1 mm (HR6-Ni) membentuk fasa intermetalik Fe0.8Cr0.2 (BCC), sedangkan 0,5 mm (HR7-Ni) membatasi difusi dan membentuk fasa α-Fe (BCC) dan NiO (FCC), mirip HR0 (tanpa interlayer). Ukuran kristal menurun dari 27,78194 nm (HR0) menjadi 9,593457 nm (HR7-Ni). Interlayer juga memperhalus transisi kekerasan antarmuka dan meningkatkan ketahanan terhadap retak dengan kekerasan tertinggi pada HR6-Ni, yakni 213,10 HV, 231 HV, dan 391,37 HV masing masing untuk lapisan baja karbon, interlayer, dan baja tahan karat. Sedangkan kekerasan baja karbon tertinggi ada pada HR0 sebesar 285,2 HV. Sifat magnetik menunjukkan tren fluktuatif, dengan HR0 memiliki magnetisasi tertinggi yaitu saturasi dan remanensi sebesar 153,70947 emu/g dan 2,08991 emu/g, sedangkan HR7-Ni menunjukkan koersivitas tertinggi sebesar 0,01368 T. Hasil ini menunjukkan bahwa interlayer Ni memengaruhi struktur mikro, nilai kekerasan, dan stabilitas sifat magnetik pelat berlapis, menjadikannya potensial untuk pengembangan aplikasi struktural dan elektromekanik di masa depan.</note>
<note type="statement of responsibility">Peningkatan Sifat Kekerasan dan Magnetik Pelat Berlapis Baja Tahan Karat/</note><classification>620.17</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 046</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 046</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 046</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30970</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-12 17:48:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-12 17:48:36</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>