Detail Cantuman Kembali
Pembelajaran Al-Qur’an Awal Secara Fasih Menggunakan Metode Batiq Izzati Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Al-Izzah Kota Serang.
Penelitian ini bertujuan untuk menedeskripsikan kefasihan anak dalam membaca Al-Qur’an awal, dan pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an awal dengan menggunakan metode Batiq Izzati. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an awal merupakan pembelajaran yang penting bagi anak usia dini, yang di dalam pembelajaran Al-Qur’an awal mengajarkan kefasihan bacaan anak dalam membaca Al-Qur’an yaitu anak mampu membedakan bacaan makhraj dari ي – ا yang berkharakat fathah, anak mampu mengenal dan membaca huruf hijaiyyah lepas berharakat fathah secara LCTB (lancar tanpa terbata-bata), anak mengetahui dan halaf nama-nama asli huruf hijaiyyah dari ي – ا , kemudian mengajarkan anak dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Batiq Izzati. Metode Batiq adalah metode pembelajaran Al-Qur’an yang digunakan di sekolah Al-Izzah dengan menggunakan media pemnbelajaran, media pembelajaran yang digunakan yaitu papan bernyanyi huruf hijaiyyah, kartu huruf hijaiyyah, kalender huruf hijaiyyah dan buku privat Batiq Izzati. Penerapan pembelajaran Al-Qur’an awal di RA Al-Izzah yaitu dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran diantaranya yaitu menggunakan metode klasikal, berkelompok dan individu. Yang dimaksud dengan metode klasikal terdapat 3 langkah: langkah pertama yaitu guru membaca huruf hijaiyyah anak mendengarkan, langkah kedua guru membaca huruf hijaiyyah anak mengikuti, langkah ketiga anak membaca huruf hijaiyyah sampai selesai dengan menggunakan media kalender dan sambil di bimbing oleh guru. Setelah kegiatan klasikal selesai dilanjut dengan kegiatan privat Batiq yang dilakukan secara individu (anak maju secara satu-persatu). Pembelajaran metode Batiq Izzati dilaksanakan setiap hari setelah berdo’a selesai kecuali pada hari kamis yang di lakukan setelah kegiatan pembelajaran siroh Nabi dan Para Sahabat, pada hari kamis pembelajaran Batiq Izzati bukan menggunakan metode privat melainkan tahfidz (hafalan) yang dimana anak-anak waktunya untuk setoran hafalan baik hafalan surat pendek maupun hafalan do’a harian. Faktor pendukung yaitu adanya sarana dan prasarana yang lengkap, guru yang mengikuti pembinaan setiap 3 bulan yaitu pembinaan dengan Yayasan dan setiap 1 minggu 1x yaitu pembinaan dengan Musyrifah, model pembelajaran yang baik dan minat motivasi anak dalam belajar dan mengaji.
Mulia Nur Pratiwi - Personal Name
SKRIPSI PIAUD 277
2x7.31
Text
Indonesia
2025
serang
xvi + 203 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







