Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Toxic Relationship Terhadap Komunikasi Interpersonal Pada Santri Di Pondok Pesantren Daaruttashihah


Santri diharapkan mampu membangun interaksi sosial yang sehat melalui komunikasi interpersonal yang efektif. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit santri yang terlibat dalam hubungan interpersonal yang tidak sehat atau dikenal sebagai toxic relationship. Hubungan yang bersifat merugikan antar santri yang dapat mengganggu kualitas komunikasi antar santri. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Daaruttashihah dengan tujuan; (1) untuk mengetahui tingkat toxic relationship santri Pondok Pesantren Daaruttashihah. (2) untuk mengetahui tingkat komunikasi interpersonal santri Pondok Pesantren Daaruttashihah. (3) untuk mengetahui pengaruh toxic relationship terhadap komunikasi interpersonal santri Pondok Pesantren Daaruttashihah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis analisis regresi sederhana. Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner atau angket ke populasi yang berjumlah 83 santri. instrumen dalam peneltian ini berupa angket toxic relationship dan komunikasi interpersonal, alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala likert. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2025. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi sederhana dengan menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic v.22 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa (1) tingkat toxic relationship pada santri masuk dalam kategori sedang sebanyak 71 responden atau 86%. Sedangkan (2) tingkat komunikasi interpersonal santri yang masuk dalam kategori sedang sebanyak 60 responden atau 72%. Kemudian terdapat (3) pengaruh toxic relationship terhadap komunikasi interpersonal pada santri yang ditunjukan dengan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05, hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa pada uji regresi diperoleh nilai R Square sebesar 0,500 artinya pengaruh toxic relationship terhadap komunikasi interpersonal sangat besar yakni 50% dan memiliki pengaruh negatif, yang artinya semakin tinggi toxic relationship semakin rendah komunikasi interpersonal, begitu juga sebaliknya semakin rendah toxic relationship semakin tinggi komunikasi interpersonal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Vivi Musfiroh - Personal Name
SKRIPSI BKI 1153
158.3
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 73 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...