Detail Cantuman Kembali

XML

Analisis Penyebab Penurunan Angka pernikaha (Studi Kasus di Kota Serang Periode 2021-2024)


Penurunan Angka pernikahan merupakan kondisi di mana jumlah
pasangan yang melangsungkan pernikahan dalam suatu periode mengalami
penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan Angka Pernikahan
akhir akhir ini menjadi fenomena sosial di kalangan masyarakat Indonesia
salah satunya di Kota Serang Banten. Penelitian ini menganalisis penyebab
turunnya Angka pernikahan dalam periode 2021-2024. Hal menjadi
fenomena yang menarik untuk dikaji. Perubahan ekonomi, sosial, serta
pandangan generasi muda terhadap pernikahan diduga turut mempengaruhi
fenomena sosial tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apa penyebab
terjadinya penurunan angka pernikahan di Kota Serang? 2. Apa dampak
penurunan Angka pernikahan terhadap kehidupan sosial? 3. Bagaimana peran
KUA dalam mensosialisasikan pentingnya pernikahan?
Penelitian ini bertujuan: 1. untuk menganalisis penyebab terjadnya
penurunan angka pernihan di Kota Serang. 2. Penurunan angka pernikahan
berdampak baik dan juga buruk terhadap kehidupan sosial. Dampak baiknya
yaitu: dapat mengurangi angka pernikahan dini, peningkatan kesejahteraan
psikologis pengurangan kasus KDRT, peningkatan pendidikan dan
kesempatan kerja. Dampak buruknya yaitu ; Stigma sosial dan krisis
demografi. 3. untuk mengetahui upaya upaya yang di lakukan pihak KUA
dalam mensosialisasikan pentingnya pernikahan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
pendekatan normatif empiris. Data diperoleh melalui wawancaara langsung
di dua Kantor Urusan Agama (KUA). Yakni di KUA Cipocok Jaya dan Kua
Kecamatan Serang.Data tambahan di peroleh melalui Librar research dan
browsing.di media sosial.
Kesimpulan: 1. Faktor utama dari adanya penurunan angka
pernikahan adalah faktor ekonomi yang dipengruhi oleh perubahan gaya
hidup. Kemudian Faktor trauma, adanya fenomena Marriage is scarry, faktor
kemajuan dan kesadaran penddikan, dan juga karena perubahan pola fikir
generasi muda. 2. Penurunan angka pernikahan berdampak baik dan juga
buruk. . 3. KUA Kecamatan Cipocok Jaya dan KUA Kecamatan Serang
sudah berupaya untuk menangani fenomena penurunan angka pernikahan
dengan adanya BIMWIN, konseling rumah tangga dan BP4, kampanye media
lokal dan digital, dan megadakan penyuluhan penyuluhan, di KUA
Kecamatan Cipocok Jaya juga sudah melaksanakan program BRUS dan
BRUN.
Hadidah Amiroh - Personal Name
SKRIPSI HKI 692
346.01
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xv + 108 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...