Detail Cantuman Kembali
Penerapan Metode Ta’widiyah (Pembiasaan) Sebagai Sarana Pembinaan Akhlak Siswa di SMP Negeri 12 Kota Serang.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Penerapan Metode Ta’widiyah di SMP N 12 Kota Serang?, 2) Bagaimana Akhlak Siswa Setelah Penerapan Metode Ta’widiyah di SMP N 12 Kota Serang?, 3) Bagaimana Penerapan Metode Ta’widiyah Sebagai Sarana Pembinaan Akhlak di SMP N 12 Kota Serang?. Sejalan dengan rumusan masalah yang telah dibuat maka tujuan penelitiannya adalah 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Penerapan Metode Ta’widiyah di SMP N 12 Kota Serang, 2) Untuk Mengetahui Bagaimana Akhlak Siswa Setelah Penerapan Metode Ta’widiyah di SMP N 12 Kota Serang, 3) Untuk Mengetahui Bagaimana Penerapan Metode Ta’widiyah Sebagai Sarana Pembinaan Akhlak di SMP N 12 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif analitik. Adapun penentuan subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah Guru PAI, Guru BK, Staf TU SMP N 12 Kota Serang. Data yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan masih minimnya pemahaman siswa dimana seorang siswa yang berada di lingkungan sekolahnya melakukan kenakalan yang mencerminkan kurangnya akhlak yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa anak yang bandel atau nakal dimana siswa tersebut sering melakukan bolos sekolah, merokok di lingkungan sekolah dan berbohong sehingga hal tersebut mencerminkan bahwa masih banyak siswa dan siswi yang masih kurang dalam pemahaman terhadap akhlak dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan berdampak buruk terhadap dirinya di lingkungan masyarakat dan sekolah. Sehingga guru PAI pun melakukan salah satu metode pembelajaran agar para siswa dapat membiasakan perbuatan baik dan menerapkannya di manapun mereka berada, metode itu ialah metode ta’widiyah (pembiasaan). Metode ta’widiyah adalah metode yang memberikan pembiasaan ataupun memberikan contoh hal-hal yang baik kepada siswa agar para siswa dapat memahami dan dapat menerapkannya dimana pun mereka berada. Berdasarkan penelitian yang diperoleh, minimnya akhlak siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berkurang setelah diterapkannya metode ta’widiyah sebagai sarana pembinaan akhlak. Simpulan dari penelitian ini yaitu: usaha yang dilakukan guru sudah cukup baik, guru menerapkan metode ta’widiyah untuk memberikan kemudahan siswa dalam memahami pentingnya akhlak. Kendala yang dialami siswa yaitu masih kurang dalam pemahaman terhadap akhlak dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak buruk terhadap dirinya di lingkungan masyarakat dan sekolah. Penyebabnya dikarenakan faktor keluarga, faktor lingkungan masyarakat, dan faktor kurangnya kesadaran siswa. Namun guru tetap memberikan dorongan agar siswa tetap semangat dalam belajar terutama dalam pembentukan karakter siswa.
Anijah - Personal Name
SKRIPSI PAI 3694
2x7.31
Text
Indonesia
2023
serang
xiii + 102 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







