Detail Cantuman Kembali

XML

Penerapan Konseling Individual Menggunakan Teknik Reframing Pada Perilaku Konsumtif Remaja Di Kampung Kramat Baru, Kecamatan Kramatwatu


Perilaku konsumtif di kalangan remaja saat ini menjadi perhatian yang serius, kecenderungan perilaku konsumtif mereka tergolong tinggi yang dapat ditandai dengan pembelian barang dan jasa yang sering kali tidak dilandasi dengan kebutuhan fungsional, melaikan dorongan emosional, pencarian identitas, dan pengaruh lingkungan sosial, serta rendahnya kontrol diri juga ketidakstabilan konsep diri pada masa remaja yang menyebabkan keputusan pembelian sering kali bersifat implusif, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi remaja pada aspek keuangan pribadi, kesehatan mental, hingga hubungan sosial di masa depan. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu 1) Bagaimana kondisi perilaku konsumtif remaja di Kampung Kramat Baru, 2) Bagaimana penerapan konseling individual menggunakan teknik reframing pada perilaku konsumtif remaja, 3) Bagaimana hasil penerapan konseling individual menggunakan teknik reframing pada perilaku konsumtif remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perilaku konsumtif remaja di Kampung Kramat Baru, Kecamatan Kramatwatu, menerapkan layanan konseling individual menggunakan teknik reframing, serta menelaah sejauh mana teknik tersebut dapat membantu mengurangi perilaku konsumtif. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan tindakan, yang berfokus pada pemahaman menyeluruh terhadap dinamika pengalaman subjek, responden pada penelitian sebanyak empat remaja di Kampung Kramat Baru yang berperilaku konsumtif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dengan menerapkan konseling individual menggunakan reframing mampu membantu remaja memahami sisi positif di balik perilaku konsumtif, sekaligus mengubah pola pikir terhadap tindakan pembelian yang tidak direncanakan, remaja menunjukkan kemampuan untuk mengontrol diri, memilih solusi yang lebih sehat dan hemat, seperti menunda keinginan membeli, membatasi pengeluaran, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif. Teknik reframing ini tidak hanya berfungsi untuk mengubah cara pandang saja, tetapi juga efektif dalam membentuk kebiasaan baru yang lebih terkendali dan adaptif. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu 1) kondisi awal perilaku konsumtif remaja sangat tinggi yang disebabkan oleh dorongan emosional, media sosial dan tekanan sosial. 2) Penerapan konseling individual menggunakan teknik reframing dapat memberikan rasa nyaman, aman, dan tenang. Membangun komunikasi yang baik dengan melakukan tahap-tahap konseling individual. 3) Hasil dari penerapan konseling individual menggunakan teknik reframing terbukti dapat menurunkan perilaku konsumtif remaja, sehingga dapat remaja rendah atau tidak konsumtif lagi dalam pembelian barang dan jasa.
Heny Alfina Royani - Personal Name
SKRIPSI BKI 1150
158
Text
Indonesia
2025
serang
xviii + 92 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...