Detail Cantuman Kembali
Upaya Peningkatan Kapasitas Pemuda melalui Edukasi Ekowisata Gunung Dago di Desa Dago Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor
Pariwisata berbasis ekologi atau ekowisata telah menjadi salah satu strategi pembangunan
berkelanjutan yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi alam, meningkatkan kesejahteraan
masyarakat lokal, serta melestarikan lingkungan. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan
kapasitas pemuda melalui edukasi ekowisata di Gunung Dago, Desa Dago, Kecamatan Parung
Panjang, Kabupaten Bogor. Sebagai kelompok usia produktif, pemuda memiliki peran strategis
dalam pengembangan ekowisata, baik dalam aspek konservasi lingkungan, pengelolaan destinasi,
maupun pemberdayaan ekonomi berbasis wisata.
Desa Dago yang terletak di Kecamatan Paraung Panjang, Kabupaten Bogor, memiliki
potensi alam yang kaya, salah satunya adalah Kawasan Gunung Dago yang berkembang menjadi
desatinasi ekowisata. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh
masyarakat lokal, khususnya kalangan pemuda. Kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan
kesadaran lingkungan menjadi tangtangan utama dalam mengembangkan ekowisata yang
berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pemuda melalui pendekatan
edukasi ekowisata
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis edukasi ekowisata dapat
meningkatkan kapasitas pemuda, strategi yang diterapkan dalam edukasi ekowisata, serta dampak
yang dihasilkan bagi pemuda dan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam
dengan pemuda, pengelola wisata, dan tokoh masyarakat, observasi langsung di lokasi penelitian,
serta analisis dokumentasi terkait pengelolaan ekowisata Gunung Dago.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi ekowisata memberikan dampak positif
terhadap peningkatan kapasitas pemuda dalam beberapa aspek utama. Pertama, dalam aspek
pengetahuan, pemuda memperoleh wawasan mengenai prinsip-prinsip ekowisata, konservasi
lingkungan, serta pengelolaan wisata berbasis komunitas. Kedua, dalam aspek keterampilan,
pemuda dibekali dengan pelatihan sebagai pemandu wisata, pengelolaan homestay, pemasaran
digital, serta produksi dan pemasaran produk lokal seperti kerajinan tangan dan kuliner khas. Ketiga,
dalam aspek kesadaran lingkungan, edukasi ekowisata membentuk sikap pro-lingkungan di
kalangan pemuda, terlihat dari keterlibatan mereka dalam program penghijauan, pengelolaan
sampah, serta kampanye lingkungan kepada wisatawan.
Muhammad Holipah - Personal Name
SKRIPSI PMI 325
307.12
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xiii + 61 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







