<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30861">
<titleInfo>
<title>Prediksi Massa Inti Atom Menggunakan Pendekatan Machine Learning dengan Model Neural Network (NN) dan Support Vector Regression (SVR)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gustin Vitria Aryanti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii + 77 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Inti atom memiliki struktur kompleks karena melibatkan 
berbagai interaksi fisika seperti gaya kuat antar nukleon dan gaya 
tolak menolak antar proton. Interaksi-interaksi ini menyebabkan 
prediksi teoritis massa inti menjadi tantangan tersendiri. 
Pendekatan machine learning dapat digunakan sebagai alternatif 
yang lebih fleksibel dalam menangkap pola dalam data 
eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja 
dua model machine learning, yaitu Neural Network (NN) dan 
Support Vector Regression (SVR), dalam memprediksi massa 
inti atom. Kedua model dilatih menggunakan data karakteristik 
inti atom dari basis data AME2020. Model NN dirancang dengan 
beberapa hidden layer, sedangkan model SVR dioptimasi 
melalui pemilihan parameter C, E, dan jenis kernel. Model 
dievaluasi menggunakan metrik evaluasi Root Mean Square 
Error (RMSE) dengan hasil nilai RMSE paling kecil untuk 
model NN sebesar 0.81 MeV pada jumlah input 12 fitur, 
sedangkan SVR  menghasilkan nilai RMSE paling kecil sebesar 
2.45 MeV pada jumlah input 2 fitur.  Berdasarkan hasil tersebut, 
model NN menunjukkan peningkatan kinerja seiring 
bertambahnya jumlah fitur, sedangkan SVR justru menunjukkan 
kecenderungan penurunan kinerja pada kondisi yang sama. Hal 
ini menunjukkan bahwa langkah seperti seleksi fitur atau 
pemilihan parameter lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan 
kinerja model tersebut. Meskipun model SVR menunjukkan 
kinerja yang menurun seiring bertambahnya fitur, secara 
keseluruhan baik SVR maupun NN masih mampu memberikan 
hasil prediksi yang lebih akurat dibandingkan pendekatan teoritis 
model tetes cairan. Temuan ini menunjukkan bahwa model machine learning dapat menjadi alternatif yang potensial dalam 
studi prediksi massa inti, terutama untuk menangani 
kompleksitas yang sulit dijelaskan melalui model teoritis.</note>
<classification>530</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 045</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 045</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 045</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30861</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 15:25:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 15:27:05</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>