<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30848">
<titleInfo>
<title>Budaya Bermedia Sosial di Kalangan Santri Pondok Pesantren Al-Mustajib Madarijul Ulum Kota Serang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ahmad Assyahrul Mukhlis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 89 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional yang memiliki 
sistem pengajaran khas berbasis nilai-nilai Islam. Santri sebagai bagian dari 
lingkungan pesantren hidup dalam ikatan norma, nilai, dan aturan agama yang kuat. 
Peran pondok pesantren sangat penting dalam mencetak generasi berakhlak, 
berilmu, dan mampu menghadapi perkembangan zaman, termasuk di bidang 
teknologi dan media digital. 
Tujuan dari peneliti ini adalah: 1) budaya bermedia sosial di kalangan santri 
Pondok Pesantren, 2) konten yang diunggah dalam media sosial Pondok Pesantren, 
3) dampak dari penggunaan media sosial di kalangan santri pondok pesantren. 
Peneliti menggunakan metode kualitatif karena penulis menggambarkan objek 
penelitian berdasarkan fakta dan yang ada di tempat peneliti. Teknik pengumpulan 
data yang digunakan adalah observasi, cara mereduksi data, penyajian data dan 
penarikan kesimpulan. 
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan dan didapatkan 
bahwa: 1) budaya bermedia sosial di kalangan santri pondok pesantren dimana santri 
dan pengurus tidak hanya menjadi konsumen media, tetapi juga produsen konten 
dakwah dan edukasi, 2) Konten yang diunggah meliputi motivasi Islam, kegiatan 
keagamaan, kegiatan kebangsaan, wisuda, Isra Mi’raj, film pendek, dan kata-kata 
lucu, 3) media sosial menjadi arena bagi para santri untuk mengembangkan nilai
nilai keislaman, komunikasi sosial, hingga edukasi, tetapi sekaligus menghadirkan 
tantangan seperti distraksi, ketagihan, hingga tekanan sosial.</note>
<subject authority=""><topic>Budaya sosial media</topic></subject>
<classification>302.23</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1127</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1127</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1127</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>30848</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-26 14:12:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-26 15:30:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>